Ratusan Warga Tanjung Lago Unjuk Rasa ke Pemkab Banyuasin

0
287

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Sekitar 150 warga Tanjung Lago Banyuasin, pukul 10.30 WIB Kamis (14/9) melakukan unjuk rasa ke Kantor Pemkab, DPRD, dan BPN Kab. Banyuasin.
Melalui koordinator aksi Johansyah dan koordinator lapangan Sahmin, mereka menyampaikan tuntutan sebagai berikut :

1. Surat ditujukan ke Bupati Banyuasin yang tidak ditanggapi antara lain :
a. Surat Kepala Desa Tanjung Lago
b. Surat sanggahan No :108 /XI/ 2014
C. Surat mohon ditinjau kembali masalah tata batas Desa Tanjung Lago No : 27/TL/ VI/ 2016

2. Perubahan batas Desa Tanjung Lago dengan Desa Kuala Puntian berdasarkan SK Bupati No.681 tanggal 22 November 2010 tanpa ada kesepakatan, mohon dikembalikan batas awal Desa Tanjung Lago.

3. Kembalikan lahan masyarakat Desa Tanjung Lago yang dirampas oleh PT. Cahaya Cemerlang Lestari (PT. CCL) seluas 923 Ha.
Sekira pukul 10.35 WIB perwakilan massa diterima Ir SA Supriono MM diwakili oleh Staf Ahli Bidang Politik, Pemerintahan, dan Hukum Pemkab Banyuasin Merki Bakri. ‘’Kami menerima aspirasi warga Tanjung Lago dan akan mendalami masalah lahan yang diambil oleh pihak PT CCL. Kami juga akan membentuk Tim guna menyelidiki lahan yang diambil alih PT CCL tersebut,’’ tegas Merki.

Selanjutnya massa bergeser ke Kantor DPRD Banyuasin tetapi perwakilan dari DPRD tidak menemui massa pengunjuk rasa dan kemudian mereka bergerak menuju ke Kantor BPN untuk menyampaikan orasi yang serupa dan diterima oleh Kasi sengketa Hutagalung dan Kasi Infrastruktur Mahyudin.
Selama aksi, massa mendapat pengawalan dari ratusan personil Polres Banyuasin dan Sat Pol PP Banyuasin.

Misnan, warga Desa Tanjung Lago mengatakan kedatangan masyarakat karena telah habis kesabaran dengan sikap Pemkab Banyuasin yang tidak berpihak dengan masyarakat. Betapa tidak lahan perbatasan antara Desa Tanjung Lago dengan Desa Kuala Puntihan yang bersengketa tidak ada penyelesaian.

“Kami kesal, sudah beberapa kali surat Kepala Desa Tanjung Lago yang ditujukan ke Bapak Bupati Banyuasin‎ tidak ditanggapi. Pertama, surat sanggahan Nomor : 108/TL/XI/2014, kedua surat mohon ditinjau kembali masalah tata batas Desa Tanjung Lago Nomor : 27/TL/VI2016,” jelas Misnan.

Pihaknya juga memberikan batas waktu paling lama satu bulan kepada Pemkab Banyuasin untuk dapat menyelesaikan permasalahan lahan di Desa Tanjung Lago.

“Kami bosan Pak dengan kata sabar dan tunggu. Kami minta pemerintah Banyuasin menyelesaikannya dalam waktu satu bulan, karena masyarakat sudah panas, takutnya masyarakat akan bertindak sendiri untuk mengambil lahannya,” tambah Sahmin.

Massa membubarkan diri sekira pukul 11.30 WIB dari Kantor BPN dan meninggalkan Perkantoran Pemkab Banyuasin dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Laporan : Al Dafid
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre