Ratusan Warga Demo Pemkab Muratara

0
279

Sumateranews.co.id, MURATARA- Ratusan Masyarakat dari Forum Muara Rupit Lawang agung (Formula), Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, melakukan aksi demo di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara, Senin (25/09/2017).

Ratusan masyarakat tersebut melakukan aksi demo sekitar pukul 09.00 WIB dan berujung penyegelan ruang Kantor Bupati, HM Syarif Hidayat dan pintu ruang Kantor Wakil Bupati, H Devi Suhartoni.

Massa melakukan aksi menggunakan alat toa dan speaker yang dijejerkan di atas mobil pick up yang diarahkan ke Kantor Pemkab.
Selain itu, massa membawa spanduk dan karton putih yang bertuliskan “Jangan coba-coba merevisi UU No.16 pasal 07 tahun 2013, fasilitas mobil dinas segera ditertibkan karena memakai uang rakyat”. Sedangkan dalam orasi Koordinator Lapangan, Servin Putra mengatakan 29 April 2013 adalah sejarah tidak dapat terlupakan akan pembentukan Bumi Berselang Serundingan, sehingga menelan korban berjatuhan warga Lawang Agung dan Muara Rupit. “Karena ini kami masyarakat Muara Rupit dan Lawang Agung belum merasakan pembangunan yang sesungguhnya di wilayah ibukota kabupaten,” ungkapnya.

Dalam orasinya disampaikan tuntutan masyarakat Desa Lawang Agung dan Muara Rupit, agar PDAM untuk segera berfungsi dan mengalir ke rumah-rumah masyarakat paling lambat ada 2018 mendatang. Selanjutnya segera merevitalisasi Pasar Lawang Agung pada 2018, melakukan pelunasan ganti rugi lahan 235 H pada tahun 2017, meminta pihak eksekutif dan legislatif untuk tidak merevisi UU No. 16 tahun 2013 Pasal 7. Selain itu, menagih janji bupati agar seluruh kepala SKPD atau OPD berdomisili atau menetap di Muratara, pembangunan Masjid Agung harus di ibukota kabupaten dan segera membangun monumen perjuangan rakyat Muratara untuk mengenang pemekaran.

Sebelum melakukan aksi di depan Pemkab Muratara tersebut, massa sempat ‎menutup aktivitas perkantoran beberapa dinas dan menyita fasilitas kendaraan dinas seperti milik Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kepegawaian-Sumber Daya Manusia (DKP-SDM) Muratara. Kemudian dua unit kendaraan tersebut dibawa massa menuju kantor Bupati yang diletakan di belakang kantor lalu melakukan aksi demo hingga berlangsung lebih dari 4 jam. Massa juga menuntut agar mereka dapat bertemu langsung dengan Bupati, HM Syarif Hidayat, sehingga terjadinya bentrok antara massa dengan anggota Satpol PP.

Akibatnya tak sedikit massa yang marah dan mengejar anggota Satpol-PP hingga merusak fasilitas umum seperti memecahkan jendela kaca ruangan Wabup, jendela Staf Ahli Bupati, meja absensi, 2 unit pot bunga, kursi plastik di ruangan Kepala Bagian (Kabag) hingga berujung penyegelan. Tak puas karena aksi dan tuntutan mereka tidak ditanggapi Bupati, HM Syarif, massa menurunkan dua unit tenda dan mendirikannya di halaman Pemkab Muratara.

Laporan : Donna April
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article