Ratusan Rolling Door Kios dan Belasan Plat Penutup Siring PTM II Raib Digasak Maling, Pemkot Prabumulih Rugi Miliaran Rupiah

0
379
Kepala Dinas PU Prabumulih, Ir M Sufi MT, didampingi Kepala BAPPEDA Prabumulih, Elman, Kepala Pasar Prabumulih, Taufik dan Tim saat turun mengecek ke lokasi hilangnya ratusan pintu rolling door kios dan belasan penutup parit di gedung PTM II, Jalan Jenderal Sudirman (Pasar), Rabu (20/12) sore.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Miris, belum diresmikan dan difungsikan ratusan pintu rolling door kios gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) II kota Prabumulih, yang memiliki 3 lantai tersebut banyak raib diduga digasak komplotan maling. Tak hanya rolling door kios yang diketahui sebanyak 325 pintu yang hilang, sebanyak 11 buah penutup siring berukuran 50 X 60 CM terbuat dari plat juga turut raib diembat kawanan maling.

Kasus hilangnya ratusan pintu rolling door dan belasan tutup siring (drainase, red) yang dipasang di kanan kiri gedung PTM II saat ini sudah dilaporkan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Prabumulih, ke Polres Prabumulih. Akibat kejadian tersebut, kerugian yang dialami Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih ditafsir mencapai miliaran rupiah.

“Ya kita ada musibah, dikarenakan masa pemeliharaan ini tidak ada penjagaan lagi dari kontraktor jadi ini sempat tinggal ada beberapa bulan dan inilah kehilangan terjadi. Pengerjaannya sudah diserahterimakan, sehingga sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah kota,” jelas Kepala Dinas PU kota Prabumulih, Ir M Sufi MT, ketika dibincangi saat meninjau lokasi kios gedung PTM II Prabumulih, Rabu (20/12) sore.

Menurut Sufi, masa pemeliharaan dan penjagaan lokasi PTM II sudah berakhir pada Juni 2017 kemarin. Dia katakan, akibat peristiwa tersebut sebanyak 325 pintu rolling door atau separuh lebih dari total 600 pintu kios yang dibangun di lantai 1 hingga lantai 3 diketahui hilang dan menyebabkan Pemerintah kota mengalami kerugian sekitar Rp 1 Miliar.

Masih disebutkan Sufi, kasus hilangnya pintu rolling door dan plat penutup siring PTM II itu kini sudah dilaporkan pihaknya ke Polres Prabumulih. “Kasus ini sudah kita laporkan, tinggal pihak Polres untuk menindaklanjutinya yang penting sudah dilaporkan bahwa di PTM II ini kita kehilangan rolling door kios sebanyak 325 pintu dan penutup siring lebih kurang 11 buah ukurannya 50 X 60,” ujar Sufi, yang saat ditemui sedang bersama Kepala BAPPEDA, Elman, dan Kepala Pasar Prabumulih, Taufik.

Selain menyesalkan kejadian tersebut, sambung Sufi, pihaknya juga kedepan akan mengusulkan disediakannya petugas Satpam sebagai petugas keamanan tetap di PTM II untuk antisipasi supaya tidak terjadi pencurian lagi. “Kemudian antisipasi kedua kita akan usulkan kepada Bapak Walikota agar harus dibangun pagar ditiap pintu masuk PTM untuk keamanan,” tutur dia, seraya menambahkan kejadian tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkot Prabumulih.

“Makanya ini guna kita melaporkan kepada pihak-pihak berwajib kepolisian, karena ini memang sudah tanggung jawab Pemerintah kota sehingga bisa kami usulkan (perbaikannya) untuk tahun depan,” tandasnya.

Terakhir Sufi menyebutkan, pekerjaan pembangunan PTM lanjutan dari PTM I sebelumnya telah menelan anggaran sekitar Rp 16 Miliar dan dikerjakan selama 3 tahap. “Dan baru selesai tahun 2016 kemarin, tinggal menggangarkan pengadaan bak dan air tahun depan karena memang tidak ada dikontrak sebelumnya. PTM II ini dibangun dengan 3 lantai, dan memiliki sekitar 600 kios dan 1.100 lapak,” tambahnya.

Sementara, masih ditempat yang sama, Kepala BAPPEDA Prabumulih, Elman mengaku baru mengetahui peristiwa hilangnya ratusan pintu rolling door kios dan belasan plat penutup siring PTM II. “Baru tahu juga. Soal pekerjaannya sudah serah terima, dan sudah dilaporkan ke polisi oleh pihak Dinas PU,” jelas Elman.

Sementara itu, terkait laporan kehilangan pintu rolling door kios dan penutup parit PTM II oleh pihak Dinas PU ke Polres Prabumulih, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Prabumulih. Namun berdasarkan informasi yang diterima, saat ini tim penyidik Satreskrim masih mengumpulkan data dan keterangan dari sejumlah saksi.

Laporan : AD

Editor     : Donny