Putus Mata Rantai Corona, Gugus Tugas Covid-19 OKI Minta Agar RT Pantau dan Data Warganya

38

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten OKI, Satuan Gugus tugas (satgas) penanganan Covid-19 OKI meminta para RT maupun RW, agar melakukan pemantauan terhadap warga yang keluar daerah dan lakukan pendataan terhadap masyarakat yang baru pulang dari daerah transmisi atau daerah yang ditetapkan lockdown oleh pemerintah seperti dari Jakarta dan dari daerah pandemi Covid-19 lainnya.

“Kepada warga yang baru pulang kembali ke kampung halamannya agar segera melapor dan jangan malu-malu memeriksakan kesehatannya, hindari kontak langsung dengan keluarga atau kerabat terdekat, isolasi diri secara mandiri, dan lakukan Physical distancing (jaga jarak) maupun social distancing” terang Sekretaris Satuan Gugus tugas penanganan Covid-19 OKI, Lestiadi Martin yang juga selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Minggu (5/4/2020).

Protap kita sudah jelas, melalui gugus tugas di kecamatan, di desa dan kelurahan bekerjasama dengan tim kesehatan dirangkai dengan pamong desa dan kelurahan, tugas paling utama kita ialah memutus mata rantai Covid-19, untuk itu baik RT/RW, kades/lurah maupun tim kesehatan dan tim kecamatan harus sigap.

“Jangan luput dari pantauan, karena kebijakan yang kita lakukan ketika keluarga kita transmisi, kita amanatkan karantina mandiri atau isolasi mandiri, jangan keluar rumah dulu setidaknya 14 hari meskipun kelihatan sehat, sterilah dirumah dan jika ada gejala demam tinggi, sesak napas disertai flu dan batuk-batuk segera dan tetaplah kontrol kesehatan ke petugas kesehatan, karena orang yang transmisi itu termasuk Orang Dalam Pantauan (ODP) namun belum tentu positif Corona di pantau sebab yang kita takutkan membawa bibit penyakit Corona,” jelasnya.

Masih dikatakannya, jika pihak RT/RW atau kades/lurah merasa kurang enak menyampaikanya secara persuasif kepada warganya yang baru pulang, untuk itu bisikan atau sampaikan ke petugas kesehatan, jika tidak mengindahkan maka aparat kepolisian siap bertindak, sebab kita bekerja tidak main-main.

“Kepada seluruh masyarakat OKI kiranya dapat mentaati aturan atau kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, jaga imun baik imun secara medis dengan menjaga kesehatan, makan makanan yang bersih dan bergizi, jaga jarak minimal 1 meter, PHBS, sering kali berjemur dibawah terik Matahari, perbanyak minum air hangat dan sebagainya.
Begitu juga imun aqidah sangatlah penting dengan sholat, berdo’a, sedekah dan jangan lupa berikhtiar,” ungkapnya.

“Bagi yang sehat sama-sama kita memelihara kesehatan dan bagi yang sakit kita usahakan agar kembali sehat’ bagi yang dinyatakan Orang Dalam Pemantauan agar bisa mengisolasi diri secara mandiri, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien yang dinyatakan positif Covid-19 jangan panik, tetap yakin dan semangat bahwa akan bisa kembali sehat,” jelasnya seraya berharap kepada masyarakat kiranya jangan mengucilkan orang yang terkena wabah Corona sebab Corona bukanlah aib, tetap bersabar dan yakin wabah Corona dapat segera berakhir, harapnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas Kesehatan OKI Iwan Setiawan SKM MKes selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 OKI mengatakan, mengenai kondisi kesehatan 2 pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dari OKI yang diisolasi di RSMH Palembang semakin membaik dan mulai stabil.

“Bahkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tempat dimana asal pasien positif Covid-19 tersebut, petugas medis dari gugus tugas Covid-19 OKI telah melakukan penyelidikan dan tracking untuk kontak dekat, terutama keluarganya yang telah dilakukan isolasi mandiri dirumahnya yang selanjutnya dengan pengambilan SWAB dan RDT terhadap yang ditetapkan Orang Dalam Pemantauan (ODP),” pungkasnya.

Laporan : Aliaman
Editor     : Abiyasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here