Puskesmas Muara Enim Temukan 68 Penderita TBC Paru

0
272

Sumateranews.co.id, MUARA ENIM- Dari Januari-April 2018, Puskesmas Kota Muara Enim berhasil menemukan 68 kasus penderita Tuberculosis (TBC) Paru.

Dan mirisnya lagi hampir sebagian penderitanya masih anak-anak. Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Muara Enim dr Hj Siti Maisaroh didampingi Pengelolah Program TB Paru Dwi Oktariza, Jumat (18/5/2018).

“Memang memprihatinkan sekali, penderitanya sebagian anak-anak, ini akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran orang tuanya terhadap penyakit TBC Paru,” ujarnya.

Menurut Maisaroh panggilan akrabnya, bahwa dari data Januari – April 2018 saja, penderita TBC Paru yang ditemukan sebanyak 68 kasus, dan ironisnya sebanyak 32 kasus adalah anak-anak. Dan jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dari tahun 2017 yang lalu.

Kalau tahun 2017 dari Januari- Desember tercatat ada 230 kasus, dan itu melebihi target yang ditetapkan sebanyak 205 kasus.

‘’Dan tahun 2018 ini, kita ditargetkan untuk menemukan 300 penderita TBC, dan sampai April 2018, kita sudah menemukan 68 kasus. Jadi kita ditargetkan besar karena jumlah penduduk Kota Muara Enim juga besar,” cetusnya.

Dijelaskan Maisaroh, adapun wilayah endemis TBC yang ada di Kecamatan Muara Enim diantaranya di Kelurahan Muara Enim, Desa Kepur, Muara Lawai, dan Kelurahan Air Lintang. Untuk di Muara Lawai ada juga yang ditemukan pada penghuni Lapas klas II B Muara Enim sebanyak tiga kasus.

Dan pihaknya telah menyampaikan saran kepada pihak Lapas agar kamar penderita TBC tersebut dapat dipisahkan karena penyakit TBC itu menular.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim Vivi Mariani melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Ujang Suherman, masalah banyak temuan kasus TBC mengatakan bahwa di Kecamatan Muara Enim memang kecamatan terbanyak di Kabupaten Muara Enim yang ditemukan penderita TBC Paru.

Sedangkan peringkat kedua Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 29 kasus dan yang ketiga adalah Kecamatan Ujanmas sebanyak 27 kasus.

Penyakit TBC adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati. Namun jika diobati secara rutin minimal selama enam bulan penyakit TBC bisa disembuhkan.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika ada keluarganya yang terkena TBC untuk cepat diobati. Dan pengobatan TBC ini gratis, jadi sayang dilewatkan, tidak usah malu dan sebagainya,” tukasnya.

Laporan          : Deka Saputra

Editor/Posting : Imam Ghazali