Puncak Covid-19 Diprediksi Awal Juni, Palembang Ajukan PSBB Tahap II

94
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memerpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu kedepan. Hal ini menyusul masih adanya penderita Covid-19 di Kota Palembang pasca pemberlakuan PSBB tahap pertama yang dimulai sejak 20 Mei 2020 dan berakhir pada 2 Juni 2020 hari ini.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memerpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua minggu kedepan. Hal ini menyusul masih adanya penderita Covid-19 di Kota Palembang pasca pemberlakuan PSBB tahap pertama yang dimulai sejak 20 Mei 2020 dan berakhir pada 2 Juni 2020 hari ini.

“Kita kembali akan memerpanjang PSBB untuk tahap kedua,” ungkap Wali kota Palembang, H. Harnojoyo, usai menggelar Rapat Evaluasi Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di rumah dinas Wali kota Palembang Jalan Tasik, Selasa (2/6/2020).

Ia menjelaskan, Pemkot Palembang saat ini masih harus melakukan pengajuan PSBB tahap kedua secara tertulis kepada Gubernur Sumsel kemudian untuk diajukan ke Kementerian Kesehatan. Sehingga baru bisa terlaksana setelah mendapatkan keputusan dari Kementerian Kesehatan.

“Prosedur resminya memang seperti itu, bila PSBB selesai dan ketika dilanjutkan harus diajukan kembali. Namun, semua aturan dilapangan masih sama seperti saat PSBB tahap pertama, Check Point pun masih akan disiagakan,” jelasnya.

Menurut orang nomor satu di Palembang ini, hasil evaluasi tim gugus tugas dan juga berdasarkan ilmu kajian dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNSRI,  pemberlakuan PSBB tahap pertama berakhir pada hari ini, Selasa (2/6/2020) terjadi penurunan kurva penyebaran.

“Dengan begitu, dapat dikatakan upaya penekanan kasus Covid-19 Selama PSBB kemarin berhasil,” jelasnya.

Kendati demikian tidak hanya itu, meskipun terjadi kurva penurunan penyebaran, prediksi puncak penyebaran Covid-19 berdasarkan kajian dari Fakuktas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNSRI juga akan terjadi puncak penyebaran Civid-19 pada minggu pertama di Bulan Juni. Hal ini berdasarkan indikator dari angka insenden penyakit sebelumnya, jumlah penduduk, angka transmisi 2,5 persen dan angka contact rate.

“Kajian terkait puncak tersebut dilakukan sejak awal April, sehingga kami memprediksi puncak penyebaran covid-19 ini akan terjadi di tanggal 8 Juni 2020,” jelasnya

Lebih lanjut Harno menjelaskan, berdasarkan pertimbangan dari hasil paparan perilaku masyarakat selama PSBB, dinyatakan sebanyak 30 persen masyarakat berada di rumah, 16 persen ada kegiatan kantornya, 15 penduduk pelayanan kesehatan, dan 5 persen masyarakat yang berada di pasar

“Pada 20 Mei angka reproduksi efektif (RT) 1,29 sementara di 31 Mei terjadi penurunan penyebaran 0,92,” tukasnya.

Laporan : Srie Gumay III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here