PT Timah Bangka Dinilai Omong Kosong

592

Sumateranews.co.id, BANGKA- Supendi warga Desa Belinyu telah membayar atau membeli sebidang tanah dari saudara Alm Bambang pada tahun 2014 dan menurut Rekom dari Kades setempat menyatakan bahwa Lahan yang dibelinya  tersebut tidak ada tanam tumbuh masyarakat dan pembebasan lahan.

“Sejak itu saya memegang Dokumentasi Lahan tersebut dan saya memang belum mengajukan untuk pensuratannya. Tetapi menurut aturan untuk pengajuan surat fisik, lahan itu harus ada perapian dan adanya tanam tumbuh, maka baru bisa diajukan pembuatan surat,’’ ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan kepada awak media di kediaman temannya Desa Riau Silip, Kamis (25/04/2019).

Diceritakan Supendi  bahwa lahan yang dibelinya itu untuk melakukan aktivitas tambang yang sudah dikeluarkan izin oleh PT Timah, namun tidak berapa lama aktivitas tambang terhenti karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan. Terhentinya tambang diketahui juga oleh Wastam pihak PT Timah Bangka.

“Waktu yang berkepanjangan, akhirnya saya berinisiatif untuk membenah dan merapikan kembali lahan tersebut menggunakan alat berat untuk penanaman kelapa sawit, beberapa karet dan tanaman buah seperti Jambu dan Mangga. Di samping itu Lahan tersebut ada pembatas berupa galian bandar di sekeliling lahan yang saya beli,” ungkapnya.

Di akhir tahun 2018 kemarin, tiba-tiba ada seseorang yang melakukan aktivitas tambang lagi di tempat tersebut namun sempat dihentikannya.

Seseorang (R) asal Batu Tunu Belinyu mengklaim lagi bahwa ia membeli sebidang tanah yang berlokasi di atas tanah itu. ‘’Lalu saya jelaskan bahwa lahan kebun yang dibelikannya itu berjauhan dari tempat itu,’’ jelas Supendi.

Pada waktu itu (R) tetap ngotot untuk memiliki lahan tersebut. ‘’Hingga Lahan yang telah saya kelola itu digarap (R) untuk aktivitas tambang,’’ cetusnya.

Menurut Supendi, ketika ingin mengajukan surat ke PT Timah, jika di lapangan terjadi sengketa lahan, maka PT Timah tidak akan pernah mengeluarkan SPK (Surat Perintah Kerja), tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

“Saya merasa diadu oleh PT Timah, karena saya yang telah  melakukan pertambangan terlebih dahulu di lokasi tersebut,” tegasnya.

Dan selama ini belum pernah  melakukan alih kelola kepada pihak manapun dan siapa pun. ‘’Dan sampai saat ini saya masih menunggu iktikad baik dari pengaku lahan, perangkat desa, dan pihak PT Timah,’’ tegasnya.

Aktivitas tambang yang dilakukan (R) ini sudah dianggap melakukan penyerobotan dan perusakan lahan milik Supendi ini.

‘’Saya sudah mendatangi kantor PT Timah dan pihak PT Timah mengatakan oke untuk distop. Namun sampai sekarang pernyataan tersebut hanya omong kosong saja,’’ tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih diupayakan untuk konfirmasi lebih lanjut.

 

Laporan          : Suyanto

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here