PT SAI Tunda Kelola Plaza Lematang Indah

0
442

Sumateranews.co.id, LAHAT – Pembangunan Teras Bukit Asam Tepian Lematang yang menelan dana Rp 45 miliar ini dinilai belum layak.  Selain fasilitas yang tak mendukung,  bangunan tersebut tak aman khususnya bagi pengunjung. Tak hanya itu,  juga adanya potensi ricuh lantaran ada bagian bangunan yang masuk dalam wilayah tanah TNI AD. Bahkan,  sejak selesai dibangun Desember 2017 lalu,  banyak terdapat kerusakan.

Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi tentang rencana pengelolaan Teras Bukit Asam Tepian Sungai Lematang dengan Smart Akses Informasi (SAI), Selasa (22/5/2018) di Oproom Pemkab Lahat.  PT SAI selaku pihak ketiga yang akan mengelola menyampaikan sebelum dilakukan serah terima. Banyak hal yang masih harus dibangun dan dibenahi oleh Pemkab Lahat.

“Kita lihat tidak ada pagar pengaman persis di tepian Lematang.  Kondisi ini bisa jadi boomerang bagi kita. Jika pengunjung rame dengan berbagai aktivitas seperti foto selfi,  kita khawatirkan terjatuh,” ujar Dirut PT SAI, Hj. Evi Lidiawati.

Tak hanya itu,  tidak ada juga pagar wilayah pengelolaan sehingga pihaknya masih dibingungkan batas mana saja yang menjadi lokasi Teras Bukit Asam Tepian Lematang.  Begitu juga fasilitas tangga gedung yang tak mengakomodir kaum difabel.  Di beberapa wilayah juga masih becek dan perlu dibangun sehingga pengunjung nyaman saat datang ke lokasi. Belum lagi soal juru parkir yang sudah ada.  “Ini lebih baik kita ungkap di awal.  Sehingga Pemkab Lahat selaku pemilik mengetahui kekurangannya,“ ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepastian kapan kekurangan tersebut akan kembali dibangun.  Jangan sampai,  tegasnya sudah kerjasama tapi ke depannya tidak berjalan sesuai harapan. Nantinya,  lokasi tersebut akan dijadikan lokasi berdagang bagi warga lokal dan destinasi kuliner.  Tentu akan ada penambahan sehingga lokasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri.  “Intinya kita siap kelola,  siap serah terima gedung tapi kekurangan dan yang jadi tanggung jawab Pemkab Lahat,  bisa direalisasikan,“ harapnya.

Sementara,  rapat yang dipimpin Asisten I Pemkab Lahat,  Ramsi, SIP,  tersebut juga menghadirkan SKPD terkait,  seperti Dinas Perdagangan,  Dishub,  DLH dan Dinas Perumahan Rakyat Pemkab Lahat.  Pemkab Lahat sendiri tampaknya menyadari kekurangan seperti yang disampaikan pihak PT SAI.  Melalui Kabid,  Perumahan dan Penataan Bangunan, Ahmad Hartawan,  Pemkab berjanji Agustus 2018, akan kembali ada pembangunan di lokasi tersebut.  Diakunya,  pembangunan Teras Bukit Asam Tepian Lematang menelan Rp 45 miliar lebih.

Sementara, Ramsi sendiri berharap akan terjalinya kerjasama antara Pemkab Lahat dengan PT SAI.  Dengan segala kekurangan,  Ramsi menuturkan pembangunan Teras Bukit Asam Tepian Lematang,  menjadi impian masyarakat Lahat dan belakangan jadi soratan lantaran tak kunjung difungsikan.  “Hal-hal teknis atau kekurangan seiring berjalan waktu dapat kita perbaiki, ” kata Ramsi.

Sementara,  setelah rapat di Oproom Pemkab Lahat,  Perwakilan Pemkab Lahat dan PT SAI melakukan kunjungan ke lokasi.  Kedua belah pihak memantau apa saja yang belum dibangun seperti terungkap dalam Rakor.  Asca memantau,  pihak PT SAI memutuskan menunda serah terima Teras Bukit Asam Tepian Lematang.  “Merka minta tunda akhir Juni serah terima atau kerjasama.  Selain mereka minta data detail bangunan juga belum ada SDMnya.  Tentu yang tehnis yang menjadi kekurangan akan diperbaiki,“ tambah Ramsi.

Laporan          : Idham

Editor/Posting : Imam Ghazali