Proyek Rehab Jembatan Jalan Lintas Sumatera Cakat Raya Disoal Warga

633

Sumateranews.co.id, LAMPUNG – Proyek rehabilitasi jembatan jalan lintas Sumatera, di Cakat Raya, kecamatan Menggala Timur, kabupaten Tulang Bawang disoal warga. Pasalnya, dari awal pengerjaan sampai sekarang tanpa memasang papan informasi kegiatan.

Selain itu, pengerjaan proyek jembatan dinilai warga asal-asalan dan tidak sesuai petunjuk teknis kegiatan. Hal itu dilihat dari proses pembongkaran seluruh bongkahan badan jalan jembatan sengaja dijatuhkan kedalam sungai sehingga menyebabkan kedangkalan sungai dan berpotensi menimbulkan banjir.

Keluhan itu disampaikan oleh Ahmad Taufik, warga setempat. Menurut dia, warga banyak kecewa atas ulah yang di lakukan pihak pelaksana Kontraktor.

“Seharusnya sungai Tulangbawang ini di jaga kebersihannya, jangan malah justru dirusak seperti ini. Otomatis sungai ini mengalami pendangkalan, dan terlebih berpotensi menyebabkan kebanjiran karena di daerah ini merupakan dataran rendah yang rawan banjir,” ucap Taufik, Jum’at malam (25/10/19).

Lebih jauh Taufik mengatakan, dirinya berharap pemerintah daerah Tulang bawang untuk memberikan teguran terhadap pihak pelaksana.

“Masyarakat kampung sini, merasa dirugikan atas ulah para oknum pelaksana kegiatan ini. Sebab yang dikhawatirkan ketika musim banjir tiba akibat pendangkalan ini air akan semakin meluap dan merendam pemukiman masyarakat, oleh sebab itu saya minta kepada Pemda Tuba untuk ambil sikap tegas dan memberikan teguran kepada pihak kontraktor kegiatan ini,” tegasnya.

Sementara, Nurman dan beberapa pekerja lainnya saat ditemui di lokasi pekerjaan membenarkan jika reruntuhan bangunan jembatan lama memang sengaja di jatuhkan ke dalam air sungai Tulangbawang dengan alasan tidak mampu menadah reruntuhan material yang dihancurkan menggunakan alat berat pada saat pembongkaran, beberapa waktu lalu.

“Pekerjaan ini sudah hampir mencapai tahap penyelesaian dan sudah berjalan kurang lebih dua bulan lamanya. Terkait papan informasi memang disini tidak ada, setau kami dipasang di jembatan yang di mesuji. Mungkin setengah bulan lagi rampung perkerjaannya,” jelasnya.

Disinggung terkait pelaksana kontraktor proyek tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui jelas siapa pemilik perusahaan, dan nama perusahaannya.

“Kalau kontraktornya saya kurang tau, tapi kalau pengawas setau saya pak Andra yang diutus dari perusahaan. kalau kami hanya sebatas pekerja saja tidak tau banyak tentang hal ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia Tulangbawang Tabrani, sangat menyayangkan kegiatan skala besar tersebut.

“Dari hal sekecil papan informasi mereka sudah tidak terbuka, kami duga kegiatan ini anggarannya tidak sesuai dan di mark up oleh pihak rekanan, terlebih sistem pengerjaannya diduga kuat merusak kelestarian sungai Tulangbawang, maka dari itu saya meminta kepada pemerintah Kabupaten Tulangbawang segera ambil sikap tegas terkait hal ini sekalipun kegiatan ini berasal dari provinsi maupun pusat yang jelas kegiatan ini titik lokasinya berada di Tulangbawang dan pihak pemerintah setempat berhak untuk untuk memberikan teguran,” tegas Tabrani.

Hal senada disampaikan Kabid Investigasi lembaga investigasi badan advokasi penyelamat aset negara LI (BAPAN). provinsi Lampung, Herry Wansyah. Dirinya menuding kegiatan tersebut telah melanggar UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Kegiatan seperti ini tidak benar, saya berharap kepada pemerintah harus memberikan teguran keras kepada pihak rekanan, karena hal ini dapat berdampak buruk dan merugikan masyarakat,” tukasnya.

Laporan : Herry

Editor.   : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here