Proyek Jalan Tol Diduga Masih Bermasalah, Warga Blokade Jalan Tol KAPB

543

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Diduga telah mengingkari kesepakatan yang dibuat secara bersama, puluhan warga Desa Kijang kembali menutup akses jalan pembangunan proyek tol Kayuagung – Jakabaring, yang berada di Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (10/8/2019).

Jika permintaan mereka tidak juga dipenuhi oleh pihak kontraktor pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (KAPB), mereka akan menutup akses jalan proyek tol. Bahkan warga akan melakukan aksi yang lebih nekat lagi dengan menemui dan mengadukan hal ini kepada Presiden RI Joko Widodo pada saat peresmian Jalan Tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA) yang diagendakan dalam minggu ketiga Bulan Agustus 2019 nanti.

Lebih lanjut ia mengatakan, kekecewaan kami (masyarakat Desa Kijang -red) sangat terasa sekali dan membekas menjadi sebuah ingatan yang menjadi pelajaran bagi kami. Tidak hanya satu ataupun dua kali, bahkan berkali – kali kami dibodoh-bodohkan dengan kata-kata dan janji-janji manis saja.

“Seperti halnya pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Desa Terusan Laut yang mereka janjikan, bahka hasil dari kesepakatan tersebut telah mereka tanda tangani kapan tanggal akan dibangunnya JPO tersebut. Namun kenyataannya hingga satu minggu lebih dari hari penanda tanganan perjanjian tersebut, pembangunan JPO belum juga dilakukan,” jelasnya sembari menambahkan bahwa saat ini warga telah beranggapan negatif, karena perjanjian hitam diatas putih saja mereka ingkar apa lagi janji – janji yang lainnya.

Sementara itu, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Kijang, ketika diminta komentar terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihak kontraktor pembangunan jalan tol Kayuagung – Jakabaring kurang serius untuk memenuhi permintaan masyarakat, ditambah kurang pekanya pihak humas dan juga petugas yang ada di lapangan dalam menyikapi permasalahan yang ada.

“Hal inilah yang membuat permasalahan menjadi rumit dan besar, sehingga masyarakat menduga bahwa pihak kontraktor ataupun PT. Waskita Karya, tidak serius memenuhi permintaan masyarakat. Bahkan yang lebih parahnya lagi, dugaan tersebut menguat lantaran pihak PT. Sriwijaya Makmore Persada (Srimp) tidak menepati janji tanggal pembangunan yang telah mereka sepakati dan tanda tangani,” ujarnya sembari menambahkan, ini juga akan berdampak pada janji-janji perbaikan jalan kabupaten yang rusak oleh aktifitas kendaraan proyek pembangunan jalan tol menurut sudut pandang masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkannya juga, sebenarnya permasalahan yang dirasakan masyarakat secara individu sangat banyak sekali, akibat dari dampak yang ditimbulkan oleh proyek tol. Beberapa di antaranya dampak sadimentasi seperti pohon-pohon di kebun yang banyak mati, sawah yang gagal tanam ataupun panen, begitu juga dengan rumah warga yang retak, debu, banjir dan sebagainya semenjak adanya proyek tol.

“Namun hal tersebut tidak kami besar-besarkan, terkecuali hal yang menyangkut masyarakat banyak,” jelasnya.

Terpisah Pjs Kades Terusan Laut, Alrasit ketika dikonfirmasi wartawan menggatakan bahwa perjanjian kesepakatan kapan tanggal pembangunan JPO maupun jalan lingkar desa, telah ditandatangani beberapa minggu yang lalu, dokumenya ada di arsip desa,” ujarnya singkat.

Terkait hal tersebut, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, bahkan Senior Vice President Division VI, Herry Susanto, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler tidak menjawab. Begitu juga dengan permintaan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga tidak ada respon.

Laporan  : Aliaman/Tim

Posting   : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here