Produksi Gabah Kering Giling Meningkat 5,3 Ton Per Hektar Tahun 2020, GKG OKI Naik Peringkat 2 Sumsel

68
Produksi Gabah Kering Giling Meningkat 5,3 Ton Per Hektar Tahun 2020, GKG OKI Naik Peringkat 2 Sumsel
Produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kab OKI) semakin meningkat dari 5.07 ton per hektar di tahun 2019 naik menjadi 5.3 ton per hektar pada tahun 2020 lalu. Meningkatnya produktivitas GKG ini menjadikan OKI hanya di bawah Kabupaten OKU Timur atau berada diperingkat nomor 2 di Sumsel.

OKI – Produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (Kab OKI) semakin meningkat dari 5.07 ton per hektar di tahun 2019 naik menjadi 5.3 ton per hektar pada tahun 2020 lalu. Meningkatnya produktivitas GKG ini menjadikan OKI hanya di bawah Kabupaten OKU Timur atau berada diperingkat nomor 2 di Sumsel. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) OKI, Ir Sahrul, saat dibincangi awak media ini di ruang kerjanya, Senin (01/03/2021).

Dikatakan Sahrul, faktor pendukung dari peningkatan produktivitas gabah kering giling (GKG) ini di antaranya, pertama adanya bantuan sarana produksi dari pemerintah berupa benih padi, pupuk dan obat-obatan, kedua yakni adanya bantuan konstruksi tata air, misalnya pembuatan saluran air, rehab saluran, pembuatan tanggul, pembuatan pintu air dan pembuatan sumur bor, dan ketiga yakni adanya bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda 4, combain (alat untuk panen padi) dan power traser.

“Target kita di tahun 2021 Kabupaten OKI bisa memproduksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 874.878 ton dimana di tahun 2020 target kita sebanyak 864.798 ton gabah kering giling atau kita targetkan meningkat 10.000 ton dari tahun sebelumnya,” sebut Sahrul.

“Ya, meskipun di tahun 2021 tidak ada program cetak sawah, kita yakin dapat melampaui target dan kita optimis OKI dapat menjadi 3 besar penyumbang lumbung pangan di Sumsel atau akan mencapai 10 besar kabupaten penyumbang pangan nasional. Dengan berbagai tipologi lahan sawah yang ada saat ini terdiri dari lahan irigasi teknis, lahan sawah tadah hujan, lahan sawah pasang surut, dan lahan rawa lebak,” tambahnya.

Sahrul melanjutkan, dengan optimalisasi lahan sawah yang sebelumnya hanya bisa satu kali tanam atau panen diupayakan bisa 2 kali tanam atau IP200. Bahkan untuk sawah tadah hujan diharapkan dapat mencapai  IP300.

“Untuk itu kita akan mendorong para petani di lahan rawa lebak yang ada di 7 kecamatan untuk melakukan 2 kali tanam begitupun untuk lahan pasang surut dan irigasi sembari memanfaatkan teknologi modern saat ini serta mendorong para pemuda tani untuk bergerak dan mengabdikan dirinya untuk pertanian,” harapnya.

Sahrul menandaskan, keberhasilan DKPTPH OKI ini semuanya tidak terlepas dari berbagai usaha dan perjuangan Bupati OKI H Iskandar SE, yang selalu komitmen membantu para petani.

Laporan : Aliaman III Editor : Donni

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here