SINGAPURA – Para ahli real estat hunian premium mencatat terbentuknya kategori baru yang khas di segmen pasar kelas atas, dengan permintaan yang terus meningkat di seluruh dunia. Spesialis pasar properti menyebut kategori baru ini sebagai presidence: sebuah komunitas hunian pribadi mandiri yang terintegrasi melalui infrastruktur bersama dan berpusat pada hotel bintang lima dengan merek internasional—sebuah konsep yang dirancang untuk ditinggali dan diwariskan lintas generasi, bukan sekadar untuk dimiliki sebagai aset semata.
Tren ini mencerminkan pergeseran struktural dalam kekayaan global. Menurut Wealth Report 2026 dari Knight Frank, jumlah individu dengan kekayaan bersih lebih dari US$30 juta meningkat dari 551.435 menjadi 713.626 orang antara tahun 2021 dan 2026—penambahan lebih dari 160.000 orang, yang berarti rata-rata 89 orang melampaui ambang batas kekayaan tersebut setiap harinya. Sementara itu, Forbes mencatat adanya 3.428 miliarder dengan total kekayaan gabungan mencapai US$20,1 triliun.
Kekayaan ini juga semakin memiliki mobilitas tinggi. Henley & Partners memproyeksikan bahwa 165.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi akan berpindah negara pada tahun 2026—meningkat 16 persen dari rekor 142.000 orang pada tahun 2025—seiring langkah keluarga kaya membangun portofolio hunian dan hak tempat tinggal lintas negara, alih-alih hanya terikat pada satu yurisdiksi hukum.
Minat terhadap hunian yang dikelola secara profesional dan mengusung nama merek ternama terlihat jelas dalam rencana pengembangan properti: Savills melaporkan bahwa jumlah proyek hunian bermerek (branded residences) di seluruh dunia tumbuh 19 persen pada tahun 2025 menjadi sekitar 910 proyek, dan diprediksi akan mencapai 1.747 proyek pada tahun 2032, dengan kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara mencatat pertumbuhan tercepat selama lima tahun terakhir, yakni sebesar 187 persen.
Kategori Baru Muncul di Pasar Hunian Premium — “Presidence”
Para ahli menyatakan bahwa format hunian mandiri yang mengedepankan layanan dan dirancang untuk kepemilikan lintas generasi kini muncul di segmen tertinggi pasar—dan permintaannya terus meningkat di seluruh dunia.
Sebuah tingkatan baru sedang terbentuk di segmen tertinggi pasar hunian—yaitu presidence: sebuah kawasan hunian pribadi mandiri seluas lebih dari 200 hektare yang dilengkapi dengan hotel bintang lima berstandar internasional, serta dibangun untuk ditinggali dan diwariskan secara turun-temurun. Dengan bertambahnya 160.000 individu yang memiliki kekayaan bersih di atas US$30 juta dalam kurun waktu lima tahun dan pertumbuhan skema hunian bermerek (branded residences) sebesar 19% pada tahun 2025 saja, para ahli berpendapat bahwa format ini kini layak memiliki kategorinya sendiri.
Kekayaan ini juga semakin bersifat dinamis dan mudah berpindah tempat (mobile). Seiring meningkatnya posisi puncak piramida kekayaan, para ahli menyebutkan bahwa permintaan di kalangan elit ini mulai bergeser dari sekadar harga per kaki persegi menuju aspek ruang, privasi, kesejahteraan, otonomi, serta hunian yang dapat dimiliki dan diwariskan lintas generasi.
Argumen untuk mengategorikan hunian ini secara khusus telah dipaparkan dalam sebuah kolom oleh konsultan real estat Ku Swee Yong—CEO International Property Advisor Pte Ltd sekaligus dosen luar biasa di Singapore Management University yang mengampu mata kuliah Investasi & Keuangan Real Estat. “Hunian mewah kini memiliki mahkota baru, dan namanya adalah *presidence*,” tulisnya.
Menurut sang ahli, properti semacam ini harus memenuhi beberapa kriteria utama: menempati lokasi istimewa dibandingkan hunian sejenis lainnya, dibangun dengan standar kualitas tertinggi, serta menyediakan ruang yang memadai, lingkungan alami yang sehat, keamanan, dan kemandirian.
Selain itu, properti ini harus menciptakan tempat di mana pemilik beserta keluarganya dapat menjalani setiap tahapan kehidupan—mulai dari membangun karier, membesarkan anak, menikmati waktu luang, memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan, menjamu keluarga dan sahabat, hingga akhirnya mewariskan hunian tersebut kepada generasi berikutnya.
Privasi dalam konteks ini tidak berarti pengucilan; alih-alih mengurung diri di balik gerbang pribadi, penghuni presidence menjadi bagian dari komunitas yang terbentuk secara cermat di antara sesama kalangan elit, dikelilingi oleh orang-orang dengan nilai-nilai, minat, dan gaya hidup yang setara.
Dalam praktiknya, prinsip-prinsip ini sedang diformalkan menjadi serangkaian kriteria lebih lengkap yang membedakan presidence dari pengembangan hunian mewah konvensional. Dalam bentuknya yang paling lengkap, format tersebut didefinisikan oleh:
- Hotel bintang lima yang dikelola oleh merek internasional yang beroperasi di setidaknya tiga negara, yang terletak di dalam kawasan pengembangan tersebut;
- Satu kawasan terpadu seluas 200 hektar (sekitar 500 ekar) atau lebih;
- Infrastruktur lengkap dalam satu area—fasilitas olahraga dalam dan luar ruangan, *clubhouse* utama, pusat kebugaran dan kesehatan (*wellness*), restoran, taman dan area alami, pusat medis, fasilitas rekreasi dan keamanan, serta fasilitas gaya hidup unggulan seperti klub golf, berkuda, atau *yacht*;
- Pemisahan yang jelas antara zona publik dan privat, di mana area hunian ditempatkan di balik perimeter keamanan berlapis dan terisolasi dari area yang terbuka bagi tamu seperti hotel, restoran, dan spa;
- Model layanan premium 24 jam yang mencakup tim khusus layanan penghuni, layanan *concierge*, perjanjian tingkat layanan (SLA) yang terstandarisasi, serta platform digital untuk mengelola segala kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup;
- Pedoman arsitektur terpadu yang mengatur gaya dan keselarasan setiap bangunan di kawasan tersebut;
- Prinsip kesetaraan antarpenghuni, yang membentuk komunitas pemilik dengan pola pikir serupa; mereka dapat menikmati privasi sekaligus menjadi bagian dari lingkungan sosial yang dinamis.
Contoh kawasan yang terintegrasi sepenuhnya masih jarang ditemukan di dunia, dan menurut para ahli, permintaan melampaui pasokan seiring dengan terus bertambahnya jumlah keluarga yang sangat kaya raya (ultra-wealthy).
