Polda Sumsel Bakal Tindak Tegas Pelaku 3C dan Pelanggar Maklumat Penyalahgunaan Sajam

40
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, MM, saat memberikan anev kamtibmas dan ungkap kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) di wilayah hukum Polda Sumsel dan Polres Jajaran pada Minggu ke 5 Juli 2020 (27 Juli s/d 2 Agustus 2020), di ruang kerjanya, Senin (3/8).

Sumateranews.co.id, PALEMBANG, – Kepolisian daerah (Polda) Sumsel menyatakan akan menindak tegas pelaku tindak pidana kasus 3C (Curas, Curat, Curanmor) dan pelanggar Maklumat Penyalahgunaan Senjata Tajam di wilayah hukumnya.

Pernyataan tegas ini kembali disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, MM, saat memberikan anev kamtibmas dan ungkap kasus 3C (Curas, Curat dan Curanmor) di wilayah hukum Polda Sumsel dan Polres Jajaran pada Minggu ke 5 Juli 2020 (27 Juli s/d 2 Agustus 2020), di ruang kerjanya, Senin (3/8).

“Dengan masih terjadinya tindak pidana pembunuhan menggunakan senjata tajam akibat dari penyalahgunaan senjata tajam di Provinsi Sumsel dan Kabupaten, Kota maka kami terus mensosialisasikan dan menegaskan Maklumat  Larangan Penyalahgunaan Senjata Tajam dari Kapolda Sumsel yang berisi :

  1. Setiap orang dilarang dengan maksud untuk menjaga diri dan bukan dalam profesinya membawa senjata tajam, senjata pemukul, dan senjata lainnya yang dapat melukai, mencederai dan membahayakan orang lain, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
  2. Agar setiap orang dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam bermasyarakat dengan cara mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti penganiayaan, pengeroyokan, pembunuhan, jambret, begal dan premanisme serta tindak pidana lainnya yang dapat merugikan masyarakat lainnya.
  3. Dilarang main hakim sendiri. penyelesaian masalah dilaksanakan secara musyawarah kekeluargaan dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat pemerintah lainnya (Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas) atau diselesaikan melalui jalur hukum.
  4. Bagi masyarakat yang melanggar ketentuan di atas maka akan dilakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undang yang berlaku.
  5. Demikian Maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Supriadi, sembari membaca beberapa poin isi maklumat.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Polda Sumsel dan Polres jajaran tidak henti-hentinya akan melakukan pengungkapan kasus 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) yang terjadi dan meminta peran serta masyarakat untuk membantu dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Dit Reskrimum Polda Sumsel dan Polres/ tabes jajaran pada Minggu ke 5 bulan Juli 2020 mengungkap kasus 3C sebanyak 28 kasus tindak pidana dari sebelumnya pada minggu ke 4 sebanyak 28 tindak pidana.

Dari 28 Kasus tindak pidana tersebut terdiri dari beberapa kasus yaitu : Curat 21 kasus, Curas 4 kasus, Curanmor 1 kasus, dan pembunuhan 2 kasus,” sebut Kabid Humas.

Dari 28 Kasus tersebut, sambung dia, berasal dari Polres Ogan Ilir dan Polres Muara Enim masing-masing 4 Kasus, Dit Reskrimum, Polres Musi Banyuasin, Polres Lahat, Polres Prabumulih dan Polres Musi Rawas masing-masing 3 kasus, dan Polres OKU Timur masing-masing 2 kasus.

Laporan : King III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here