Plt Bupati OKI: Midang Morge Siwe Aset Budaya OKI

0
255
Pawai Midang: Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menggelar Midang Morge Siwe (Sembilan Marga) Kayuagung. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, salah satu agenda tahunan Pemkab OKI ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Bumi Bende Seguguk, terutama di hari lebaran.

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menggelar Midang Morge Siwe (Sembilan Marga) Kayuagung. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, salah satu agenda tahunan Pemkab OKI ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Bumi Bende Seguguk, terutama di hari lebaran.

Kegiatan midang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada hari ke tiga dan ke empat Hari Raya Idul Fitri dan diikuti oleh sebelas kelurahan dalam Kota Kayuagung. Adapun kelurahan yang mengikuti Midang Bebuke Morge Siwe, pada hari Minggu (17/6/2018) yakni Kelurahan Sidakersa, Jua-Jua, Tanjung Rancing, Kayuagung Asli dan Kelurahan Kota Raya, sedangkan pada hari Senin (18/6/2018) diikuti oleh Kelurahan Kedaton, Cinta Raja, Mangun Jaya, Paku, Sukadana dan Kelurahan Perigi yang diarak keliling Kota Kayuagung dengan diiringi musik Tanjidor.

Plt Bupati OKI, H Muhammad Rifa’i, SE mengatakan, tradisi Midang Morge Siwe merupakan suatu aset budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan, saat ini Pemerintah Kabupaten OKI sangat konsen mendukung tradisi midang sebagai warisan tradisi budaya leluhur yang sangat mahal nilai karakteristiknya.

“Tradisi ini merupakan aset budaya yang harus tetap di jaga, di perhatikan dan dilestarikan disamping tradisi lainnya di Kabupaten OKI,” Midang Morge Siwe sampai saat ini masih sangat lestari bahkan berkembang menjadi wisata budaya,” untuk itu budaya midang ini harus tetap di jaga, di perhatikan dan di lestarikan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten OKI, Ir.Ifna Nurlela mengatakan, bahwa saat ini midang masih menjadi salah satu adat budaya di Kab.OKI yang masih bertahan dan dilestarikan hingga saat ini.

“Adat arak-arakan midang ini sudah sejak lama dilakukan, para pelakunya adalah para muda-mudi dalam kelurahan, dahulu midang dilakukan oleh muda-mudi yang di kelurahannya ada hajatan pernikahan, kemudian untuk melestarikanya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata setiap tahunnya, tepatnya di setiap lebaran,” terangnya.

Midang ini sendiri juga menjadi “event pariwisata nasional” yang artinya midang ini sendiri bukan hanya milik kabupaten OKI saja tetapi sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di kementerian pariwisata dan pernah juga ditampilkan di istana negara pada tahun 2007,” ungkapnya.

Selain Midang Morge Siwe (Sembilan Marga) yang menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Kayuagung dan sekitarnya, wisata air disungai Komering juga sangat dinikmati masyarakat.

“Wisata air keliling dengan menaiki perahu ketek dan speed boat di Sungai Komering Kayuagung merupakan rangkaian dari tradisi masyarakat setempat dan ini sangat diminati dan menarik perhatian masyarakat OKI dan sekitarnya terutama saat hari lebaran. Biasanya para muda-mudi yang mengikuti midang, naik perahu atau speed boat untuk melepas lelah sambil menikmati panorama alam sekitarnya,” tukasnya.

Laporan : Aliaman

Editor    : Donny