Pihak EO Diduga Kurang Profesional

0
294
Tampak suasana EXPO OKI 2017, pasca dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Drs Joko Imam Santoso yang didampingi Bupati OKI, H Iskandar SE beberapa hari lalu. Hingga kemarin, sejumlah stand masih terlihat kosong. (Foto : Aliaman)
Tampak suasana EXPO OKI 2017, pasca dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Drs Joko Imam Santoso yang didampingi Bupati OKI, H Iskandar SE beberapa hari lalu. Hingga kemarin, sejumlah stand masih terlihat kosong. (Foto : Aliaman)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG-Meskipun Pembukaan Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) ke-13 tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan pembukaan Festival Bendhe Seguguk serta OKI Expo 2017 yang dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Drs.Joko Imam Santoso yang didampingi Bupati OKI H. Iskandar SE beserta para Bupati dan Walikota se-Sumatera Selatan serta para unsur FKPD Provinsi dan FKPD OKI serta jajaran OPD OKI/Sumsel berjalan lancar dan sukses, namun kesiapan pihak Event Organizer (EO) OKI Expo 2017 dinilai masyarakat selain kurang siap juga kurang profesional.

Lukman Haris  salah satu masyarakat Kayuagung, sangat menyayangkan event yang begitu besar apalagi menyambut hari jadi Kab.OKI ke-72  tahun, akan tetapi kesiapan pihak penanggung jawab OKI Expo 2017 kurang begitu matang. ‘’Selain udara diruang stand OKI Expo pengap dan bau cat begitu menyengat, masih ada stand yang belum siap dan beberapa stand juga masih dalam tahap pengerjaan stand. Berbeda dengan tahun – tahun terdahulu, biasanya sebelum pembukaan secara resmi, masyarakat sudah dapat melihat-lihat keadaan sekitar stand OKI Expo, namun untuk tahun ini begitu sangat berbeda. ‘’Ya kesiapan pihak penanggung jawab OKI Expo kita nilai kurang siap bahkan kurang profesional lah, lihat saja sendiri,” ujarnya.

Sementara itu salah satu peserta OKI Expo dari salah satu Kecamatan  mengeluhkan stand yang mereka tempati. ”Kalau tidak ditanya dan  didesak dimana tempat stand kami, mungkin sampai hari ini (Rabu, 11/10, red) kita tidak mendapat stand. Kita sudah membayar cukup besar biaya untuk sewa stand yang berukuran kurang lebih 3 x 3 meter ini yakni sebesar Rp 15 juta. Untuk dekorasi kita sendiri yang membuat, kalau mau membuat dekorasi dan lainnya kita harus menambah Rp 3 juta lagi. Ya kita buat saja dekorasi apa adanya, sebab tidak mungkin kita bekerja sementara para pengunjung sudah banyak yang dating. Kalau keadaan di dalam stand ini ,ya rasakan sendiri, mana pengap, AC kurang, mana sempit lagi,’’ cetusnya.

Galu yang merupakan penanggung jawab atas pemasangan stand OKI Expo saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa keterlambatan pemasangan stand diakibatkan keterlambatan bongkar muat alat-alat untuk stand di kapal dan juga kemacetan di jalan. ‘’Semua ini di luar prediksi kami, namun kita berusaha agar semuanya dapat teratasi,’’ tegasnya.

Hasil pantauan di lapangan (11/10) beberapa stand peserta OKI Expo belum terisi dan masih dalam tahap pengerjaan. Udara di dalam stand begitu pengap dan bau cat begitu menyengat, dan AC kurang dingin.

Laporan  : Aliaman

Editor      : Imam Ghazali

Posting    : Andre