Pidsus Kejari Banyuasin Terus Perdalam Dugaan Lahan Fiktif

0
163

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Masyarakat Desa Jalur Mulya Kecamatan Muara Sugihan Banyuasin di Tahun 2016 memperoleh bantuan kegiatan pengembangan irigasi sawah pasang surut, yang bersumber dari dana APBN senilai Rp 3, 072 milyar.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan feroscement (saluran air), pembelian benih padi 40 kg perhektar, serta uang pengolahan lahan 500 ribu perhektar. Terkait dengan hal tersebut disinyalir bantuan ini terdapat manipulasi data dan pertanggungjawaban SPJ. Karena berdasarkan tim pemantauan di lapangan, lahan yang akan ditanami bibit benih padi tersebut ternyata lahan kelapa sawit dan kebun karet. ”Ternyata setelah dicek ke lokasi yang dimasukkan juga dalam alokasi bantuan kebun kelapa sawit. Padahal bantuan lahan khusus untuk lahan sawah bukan lahan perkebunan,” kata Kasi Pidsus Kejari Banyuasin, Andra Kurniawan SH MH, Rabu (1/11).

Masih dikatakan Andra, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman tentang keakuratan data tersebut.  “Kita saat ini masih mendalami tentang SP, apakah bantuan ini disalurkan ke anggota kelompok tani atau disalahgunakan oleh oknum,” ungkapnya.

Kalau soal feroscemen sambung Andra, secara jumlahnya sudah cukup dengan jumlah 16 lelompok tani. ‘’Tapi kita belum memperdalam, apakah volume kualitas, dan bahan-bahan itu sesuai dengan juknisnya. Kami sudah meminta keterangan 14 orang ketua kelompok tani dan 2 perangkat desa. Sebelumnya sudah memeriksa saudara Saman sebagai PPK kegiatan tersebut. Dua  orang ketua kelompok tani akan kita panggil lagi minggu depan,” bebernya.

Minggu yang lalu pihaknya juga telah cek lokasi. ‘’Diperkirakan lahan yang diajukan luasnya 1024 hektar tersisa dari 750 hektar lahan sawah. Indikasi manipulasi data yang diduga banyak fiktif,’’ tandasnya.

Laporan           : Al Dafid

Editor/Posting : Imam Ghazali