Petugas Lapas Lubuklinggau Awasi Aktivitas Wahyu Wisata, Napi Teroris Jaringan Abu Saidah Selama Ramadan

321

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU -Wahyu Wisata alias Umar Karim alias Dodo (40) merupakan narapidana (napi) teroris yang mendekam di sel tahanan Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau.

Warga Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah ini divonis 5 tahun penjara karena terlibat jaringan teroris Abu Saidah, sekaligus sebagai koordinator lapangan jamaah taklim kumahat.

Selama berada di tahanan Lapas terutama memasuki bulan puasa Ramadan, napi teroris ini lebih banyak memilih berdiam diri dan mengurung di dalam kamar tahanan.

Hal itu diungkapkan oleh Kalapas kelas IIA Kota Lubuklinggau Imam Purwanto. Menurutnya dari awal hingga memasuki Minggu kedua puasa, Wahyu tidak banyak keluar dari kamar tahanan.

“Aktivitasnya selama puasa ini lebih banyak di dalam kamar, ia tidak ingin keluar dari kamarnya, jadi kita lebih aman untuk mengawasinya,” kata Imam Purwanto kepada media, Rabu (15/5/2019).

Bahkan dijelaskan Iman, untuk pergi ke masjid  yang ada di dalam lapas pun Wahyu belum pernah, alasan dia karena masjid tersebut merupakan bangunan pemerintah.

“Menurut Wahyu masjid yang ada di Lapas  merupakan bangunan pemerintah, karena dikatakan Wahyu masjid pemerintah itu thaghut artinya setan yang disembah manusia,” terangnya.

Jadi petugas Lapas lebih fokus mengawasi, karena wahyu tidak suka mengumpulkan orang, biasanya Napi yang radikal itu senang mengumpulkan orang dan mencari jaringan baru dengan memberikan shock terapi dan doktrin.

“Sebab biasanya napi teroris itu setiap berada di lapas pasti mempunyai anggota baru,” pungkasnya

Laporan : San

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here