Petugas Bubarkan Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021, Ini Sikap Wali Kota Lubuklinggau

0
104
Petugas Bubarkan Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021, Ini Sikap Wali Kota Lubuklinggau
Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 Kota Lubuklinggau yang diselenggarakan oleh NFL NAFIGO di Deal Futsal, Kelurahan Kaliserayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan terpaksa dibubarkan oleh petugas Polsek Lubuklinggau Utara.

LUBUKLINGGAU – Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021 Kota Lubuklinggau yang diselenggarakan oleh NFL NAFIGO di Deal Futsal, Kelurahan Kaliserayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan terpaksa dibubarkan oleh petugas Polsek Lubuklinggau Utara.

Pembubaran dilakukan karena adanya aturan soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akibat meningkatnya kasus COVID-19.

“Tadi sudah kami bubarkan kegiatan tersebut, dan panitia serta pemilik tempat sudah kami bawak Kepolsek untuk dimintai keterangan, berdasarkan penyidikan sudah kami jatuhkan sanksi terhadap pelanggar tersebut dengan melakukan penyitaan alat-alat olahraga, dan membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi kejadian tersebut,” tegas Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Sudarno, Rabu (28/07).

Sementara ketika ditemui dilapangan Andika selaku panitia penyelenggara, membenarkan adanya kegiatan sparing persahabatan yang diikuti oleh 12 Tim. Dan Andika mengakui untuk kegiatan tersebut belum mendapatkan izin dari satgas penanggulangan COVID-19 Kota Lubuklinggau.

“Secara pribadi saya belum tau bahwa ada surat edaran Wali kota tentang PPKM Darurat, kalu dari medsos yang saya ketahui PPKM itu pembatasan untuk orang sedekah, pembatasan jalan depan masjid agung, untuk pembatasan olahraga dan lain-lain saya tidak ketahui itu,” ujar Andika.

Ketika ditanyai mengenai izin kegiatan tersebut, Andika menjelaskan bahwa pihak penyelenggara sudah berbicara dengan Bhabinkamtibmas dari kepolisian secara lisan.

“Kemarinkan kita kesini, yang punya lapangan bilang jadi gimana? Makanya kita bilang sama pak Babin, ujar Babin silahkan tapi dibatasi dan jaga prokes. Segala pertanggung jawaban dikembalikan ke kita, untuk satgas COVID-19 saya tidak mengetahui,” terang Andika.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya akan mengembalikan uang pendaftaran para peserta. “Untuk uang pendaftaran sebesar Rp 150.000 akan kami kembalikan kepada peserta, akan tetapi tidak keseluruhannya kaerna akan dipotong biaya sewa lapangan dan wasit,” sebut Andika, seraya menyampaikan permohonan maaf kepada Wali Kota Lubuklinggau, pihak berwajib dan Satgas COVID-19.

“Saya minta maaf kepada Wali kota Lubuklinggau, pihak yang berwajib, serta Satgas Covid-19 Kota Lubuklinggau, dan saya berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dikemudian hari, saya mengimbau kepada masyarakat Kota Lubuklinggau agar tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Sebelumnya, dari pantauan awak media dilapangan terlihat ratusan motor terparkir dan ratusan remaja yang hadir banyak tidak menggunakan masker. Semuanya diduga peserta Liga NFL NAFIGO Futsal League U-17 2021, dan berkumpul di lapangan Deal Futsal.

Sementara terkait perpanjangan PPKM di Kota Lubuklinggau, Wali Kota Lubuklinggau telah menerbitkan surat edaran terhitung dari 26 Juli hingga 8 Agustus 2021.

Dalam surat edaran Wali kota Lubuklinggau dengan Nomor 360/203/se/dpkpb/2021 tentang PPKM Mikro khususnya di point 8 disebutkan kegiatan pada area publik seperti fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya dan pelaksanaan kegiatan seni, budaya dan sosial masyarakat ditutup untuk sementara waktu dan dipertegas dalam poin 11, pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring ditutup untuk sementara sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe ketika dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, sangat menyayangi perihal tersebut.

“Mereka itu orang-orang yang tidak punya keprihatinan saat ini banyak dulur-dulur kita yang sedang terpapar di rumah sakit malah banyak juga yang harus di rumah saja, karena rumah sakit penuh, selain penuhnya rumah sakit saat ini kita sedang kekurangan oksigen, coba kalau hal tersebut terjadi dikeluarga mereka, miris rasanya. Yang meninggal dunia juga setiap hari ada, bukan saja yang sudah tua-tua tapi yang masih usia muda juga banyak yang telah meninggal dunia,” sesal Wali kota Lubuklinggau.

Wako juga menerangkan bahwasannya, itu sudah ada aturannya berkaitan dengan sanksi saat PPKM. Ia pun berharap agar ditindaklanjuti secara hukum biar ada efek jera.(SMSI Silampari)

Editor : Donni