Petani Menjerit, Harga Karet Turun, Harga Sembako Naik

0
265
Exif_JPEG_420

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH- Turunnya harga karet dengan dibarengi naiknya harga kebutuhan pokok alias sembako, menjadikan petani dan masyarakat menjerit. Tanpa terkecuali para petani yang di Kota Prabumulih saat ini.

Kondisi ini menjadikan Pasar Tradisional Kota Prabumulih jadi sepi dari aktivitas.  Beras, telur, dan daging ayam harganya hingga kini masih tinggi, sementara harga karet terus merosot. ‘’Harga Karet yang kini sangat murah dan cuaca yang tidak mendukung membuat petani karet seperti saya sangatlah menjerit dikarenakan harga karet berkisar di harga enam ribu rupiah sampai delapan ribuh rupiah, harga ini pun sangatlah kecil dan tidak sebanding dengan harga sembako di pasaran,” aku Sutrisno (28) petani karet yang diwawancarai sewaktu berbelanja di pasar tradisional Prabumulih, Sabtu (6/1).

Harga bahan pokok seperti beras di pasar tersebut mengalami kenaikan yang sangat tingi yakni mencapai duapuluh lima persen sampai tigapuluh persen. Harga telur di tahun 2017 hanya duapuluh ribu rupiah kini melonjak naik sebesar duapuluh tiga ribu rupiah dan harga ayam potong kini belum menunjukkan penurunan akibat banyaknya ayam yang mati ataupun pasokannya yang tidak normal.

Yuyun (48) penjual telur yang disambangi oleh wartawan Sumateranews.co.id menyatakan bahwa harga telur sangatlah tinggi daripada tahun lalu yang hanya sebesar duapuluh ribu rupiah. ‘’Kini naik dengan harga duapuluh tigaribu rupiah sehingga sepi pembeli,’’ ujarnya, lesu.

Sedangkan daging ayam perkilonya, yang semula hanya Rp 20.000, kini naik menjadi Rp 26.000/kg. “Kenaikan harga ayam potong dimulai dari pertengahan bulan Desember tahun 2017 lalu. Hal itu disebabkan banyaknya permintaan konsumen, sementara pasokan ayam kurang karena banyak yang mati akibat perubahan cuaca saat ini,’’ tambah Abul (54) pedagang ayam.

Harga cabai  pun mengalami kenaikan tinggi. Semula harga cabai merah hanya Rp 35.000/kg kini harganya Rp 40.000/kg. ‘’Untuk harga cabai rawit lebih tinggi lagi yakni Rp 45.000, sedangkan harga cabai hijau hanya Rp 20.000/kg,’’ ujar Udah (58), pedagang cabai di Pasar Tradisional Prabumulih.

Untuk harga beras, menurut Elis (38), pedagang beras di pasar yang sama harganya bervariasi. ‘’Yang paling murah Beras Arjuna (beras Lampung) yang harganya hanya Rp 180.000/20 kg. Sedangkan beras merk Raja dan Topi Koki sama yakni Rp 225.000/20 kg,’’ aku Elis.

Sedangkan beras merk lain macam merk Sepat/Patin dan Burung Rangkong, sejak tiga bulan terakhir ini tak lagi ada di pasar itu. ‘’Mungkin karena sepi pembeli,’’ tegas Elis.

Laporan          : Taufik Hidayat

Editor/Posting : Imam Ghazali