Persiapan Eksekusi Lahan Damri Pagi Ini, 430 Anggota Gladi Bersih

0
187

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Pihak Polres Lubuklinggau melaksanakan gladi bersih Selasa (19/12) sebagai persiapan eksekusi lahan seluas 1,5 hektare, Rabu (20/12) pagi. Lahan tersebut dimenangkan Perum PT. Damri tapi kini masih dikuasai sejumlah warga di Kelurahan Air Kuti Kecamayan Lubuklinggau Timur I. Eksekusi jilid II ini rencananya akan dilakukan pukul 08.00 WIB.

Sebanyak 430 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan jalannya eksekusi lahan milik PT. Damri, para personel khusus dipersenjatai senjata api laras panjang dan senjata gas air mata serta tameng pelindung. Hal itu dilakukan  untuk pengamanan jika keadaan dan kondisi tidak bisa dikendalikan lagi.

Ratusan personel mengikuti latihan dan simulasi pengamanan eksekusi lahan PT. Damri jilid II. Polres Lubuklinggau tidak akan menolerir bagi siapa yang menjadi provokator untuk memperkeruh suasana sehingga terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Dalam pelaksanaan giat gladi bersih sekitar delapan personil yang memeragakan penembakan gas air mata, dan delapan tim anti anarki menggunakan senjata api. Tim ini mensimulasikan menembak senjata api dan gas air mata jika massa melakukan perlawanan secara anarkis. Yakni, merusak, menjarah serta menyerang tim eksekutor ataupun petugas.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar saat diwawancarai usai latihan menegaskan tidak perlu ada yang tersakiti dan tidak perlu ada yang dirusak ataupun dibakar. ‘’Kalau bisa melalui mediasi karena mereka adalah bagian dari keluarga,’’ cetusnya.

Kapolres mengimbau dengan tegas agar pihak-pihak luar atau provokator untuk tidak memperkeruh suasana, agar eksekusi dapat berjalan dengan lancar tanpa ada yang tersakiti.

“Orang luar (provokator) jangan memperkeruh suasana, kalau sudah kita imbau tapi tidak bisa juga maka mohon maaf, hukum harus kita tegakkan. Karena ada rencana dari salah satu tergugat Sarbenny yang mudah-mudahan tidak berubah mau menyerahkan lahan dan bangunannya untuk negara,” tegas Sunandar.

Sunandar mengapresiasi apa yang dilakukan Sarbenny dengan rela menyerahkan bangunannya untuk negara, bahkan Sarbeny sendiri meminta agar bangunannya tidak dirobohkan namun dimanfaatkan untuk kepentingan negara.

“Saya terharu sekali mendengar pernyataan Sarbenny. Dia kemarin mengatakan bangunannya untuk negara seperti dibuat balai dan kelak akan menjadi cerita kepada anak cucunya,” ungkapnya.

Namun, lanjut Kapolres, jika masih ada yang bertahan dan bersikeras tidak menerima eksekusi, maka mau tidak mau ini eksekusi akan tetap dilakukan karena sudah inkrah.

“Kami datang bukan untuk menyakiti tapi kami menjalankan tugas. Kita tidak menurunkan alat berat dan tindakan lain jika tergugat menyerahkan lahan itu, karena eksekusi itu adalah upaya paksa, kami akan memberikan waktu untuk mengosongkan bangunan,” pungkasnya.

Laporan             : Donna Apriliansyah

Editor/Posting    : Imam Ghazali

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article