Pernyataan Kesdam Disesalkan Keluarga Korban Penembakan

0
356
Istri korban Zulkarnain, Misrianti dan pengacaranya Alamsyah Hanafiah saat jumpa pers. (foto: dafid)

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Keluarga korban penembakan melalui pengacaranya Alamsyah Hanafiah SH menyesalkan pernyataan Kesdam II Sriwijaya yang mengatakan bahwa korban Zulkarnain yang tewas ditembak oknum TNI adalah pelaku pencurian kelapa sawit. Pernyataan itu dilontarkan secara Live melalui Metro TV.

Karena itu Alamsyah bakal melanjutkan masalah ini ke Denpom dan pengadilan militer. ‘’Kita juga menyurati Danpom/PM untuk melakukan rekonstruksi di TKP,’’ tegas Alamsyah, Selasa malam (24/10) saat jumpa pers di kediamannya Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak tapeh.

Korban Zulkarnain sebagaimana pernah diberitakan Sumateranews.co.id  beberapa waktu lalu tewas ditembak petugas keamanan PTPN Vll Betung Krawo. Belakangan diketahui penembaknya  adalah oknum TNI yang menduga korban adalah pencuri kelapa sawit.

Saat jumpa pers, hadir juga istri korban yakni Misrianti dan paman korban Raswan. ‘’Jadi kami menyesalkan tindakan penembakan tersebut. Dan pernyataan Kesdam yang menyatakan di Metro TV bahwa korban adalah pelaku pencurian. Padahak sesuai undang – undang bukan wewenang TNI mengamankan tindak kriminal. Kapasitas TNI adalah mengamankan negara. Apalagi sudah ada perangkat hukum yang lex specialis tentang disiplin militer ini, yaitu Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Di dalamnya diatur tentang berbagai hukuman bagi anggota militer yang melanggar disiplin dan tata tertib militer,’’ tegasnya.

Sedangkan istri korban yakni Misrianti menuturkan dia sangat sedih atas meninggalnya sang  suami. ‘’Harapan saya untuk pelaku dihukum seberat-beratnya jika perlu nyawa dibayar nyawa karena saya sebagai istri sangat merasakan kehilangan dan saya juga kedepan bingung akan biaya sekolah kedua anak yang masih kecil-kecil,’’ tegasnya.

Misrianti juga mengungkapkan bahwa pada Jumat dia didatangi pihak manager PTPN VII Betung Krawo didampingi Sekdes. ‘’Mereka mengucapkan turut berbelasungkawa serta memberi santunan uang sebesar Rp 10 juta untuk membantu meringankan biaya pemakaman serta yasinan,’’ cetus Misrianti.

Selain itu, Misrianti juga berharap agar pihak pada PTPN VII BK bisa memberi jaminan kepada kedua putranya untuk terus sekolah.

Laporan           : Al Dafid

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article