Permudah Kebutuhan Stock Darah, PMI Sumsel Buka Link Data Simpeda

37
Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia didampingi Ketua PMI Palembang, yang juga Wakil Wali kota Palembang, Fitrianti Agustinda saat memberikan keterangan pers usai menggelar sosialisasi Undang-undang Kepalangmerahan, di Hotel Harper, Palembang, Senin (09/12/2019)..

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Hari Ini, Senin (09/12/2019) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumsel menggelar Orientasi dan Sosialisasi Undang-undang No 1 tahun 2018 dan PP No 7 tahun 2019 tentang Kepalangmerahan, di Hotel Harper.

Hal ini dilakukan guna persiapan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) PMI Pusat, yang akan diperhelat pada tanggal 16-18 Desember 2019 di Jakarta.

Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia menyampaikan, bahwa sosialisasi undang-undang Kepalangmerahan harus terbuka sesuai dengan prosedur, karena PMI kegiatannya kemanusiaan yang tidak ada timbal balik

“Kami PMI Provinsi dan Kabupaten/Kota membantu masyarakat yang membutuhkan darah khusus di Sumsel,” kata Istri Gubernur Sumsel Herman Deru ini.

“Dan kami telah bekerjasama dengan Polda Sumsel tentang link data-data untuk Kabupaten Kota yang membutuhkan darah.

Mereka yang membutuhkan tidak susah lagi harus ke Palembang untuk mencari darah, tinggal cek link data- data simpeda lalu akan tampil nama pendonor di kabupaten/kota,” tambahnya.

Dikatakan Febrita Lustia, untuk stok darah di Provinsi, PMI belum memiliki unit darah tetapi baru ada di Kota Palembang. “Kami belum mengaktifkan, mudah-mudahan di tahun 2020 PMI Provinsi memback-up untuk Kota dan Kabupaten di Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Palembang, Fitrianti Agustinda merespon baik sosialisasi tentang kepalangmerahan. Tentunya berharap supaya merealisasikan harapan-harapan dari PMI pusat. Kedepan akan terus berupaya agar PMI lebih maju dan kuat.

“Rencananya PMI Kota Palembang akan mendirikan CPOB untuk kualitas darah yang diberikan kepada masyarakat khususnya Palembang agar lebih baik. Intinya, bentuk wujud kemanusiaan kepada sesama,” kata Wakil Wali kota Palembang Fitrianti Agustinda.

“Stok darah di Kota Palembang sekarang aman, diimbau masyarakat supaya secara bersamaan dengan kontinyu tiga bulan sekali mendonorkan darah guna kepentingan bersama,” ujarnya.

Laporan : Srie Gumay

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here