Perkuat Ahlussunnah di Aceh, HUDA Jajaki Kerjasama dengan Pusat Dakwah Brunei

249

Sumateranews.co.id, BRUNEI DARUSSALAM – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) melakukan pertemuan dengan Pengurus Pusat Dakwah Islamiyah Kementerian Hal Ehwal Ugama Islam, Negara Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan, Senin (27/01/2020).

Rombongan HUDA yang dipimpin Ketua Umum HUDA, Tgk Muhammad Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop, didampingi oleh tokoh masyarakat Aceh di Brunei Tgk Ismuhadi, Ustadz Muhammad, Muhammad Rijal, Tgk M Yakub, wakil sekertaris HUDA Tgk M Rizwan Haji Ali, para pelajar Aceh di Brunei dan rombongan lainnya dari tim Zikir dari Dayah Blang Blahdeh, Bireuen, diterima oleh pengurus Bidang Dakwah Khas Pangeran Haji Jufri dan staf di ruang musyawarah Pusat Dakwah Islamiyah, Brunei Darussalam.

Pangeran Haji Jufri dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program dakwah Islamiyah Brunei yang berasaskan pada pemahaman Ahlussunnah wal Jama’ah dalam mazhab Syafii. “Brunei merupakan negara yang menganut sistem MIB, yaitu Melayu, Islam dan  Beraja, ” ujarnya.

Hal itu sejalan dengan paham yang  diresmikan dalam undang-undang Brunei. Dalam kegiatan pengembangan Ahlussunnah wal Jama’ah di Brunei pusat dakwah melakukan berbagai kegiatan untuk memastikan ajaran Islam yang dikembangkan sesuai dengan perundang-undangan Brunei, kata Pangeran Haji Jufri.

Pusat Dakwah Islamiyah Brunei menjalankan berbagai aktivitas dakwah, termasuk dakwah khas untuk pengislaman non-muslim di bawah program resmi kerajaan. Kerajaan juga melakukan pemantauan dan pelarangan terhadap aliran menyimpang yang tidak sejalan dengan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai paham resmi kerajaan.

Dalam buku Aqidah Ahlussunnah yang diterbitkan Pusat Dakwah Islamiyah Brunei diterangkan landasan Ahlussunnah wal Jama’ah dalam pentadbiran negara dan mengapa Ahlussunnah harus dipertahankan dan dipertahankan di Brunei. Diantara prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah dalam pemerintahan, tulis buku itu, amanah, jujur, bertanggung awan, adil, insaf, timbang rasa, lemah lembut dalam melayani dan berbuat baik kepada semua orang dalam semua urusan.

Sementara itu, dalam pertemuan yang dipandu Tgk M Rizwan Haji Ali, Tu Sop menyampaikan dua sisi dakwah yang sedang dipimpin olehnya di Aceh yaitu memperkuat bidang pendidikan Islam di Dayah-dayah Aceh lewat HUDA dan Dakwah Sosial melalui pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat miskin lewat Barisan Muda Ummat (BMU).

“Dayah di Aceh merupakan basis pendidikan Islam ahlussunnah di Aceh. Kita hadir kemari untuk belajar bagaimana Brunei membangun pendidikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang terintegrasikan dalam semua jenjang pendidikan umum dan agama,” papar Tu Sop.

Rombongan Tu Sop sebelumnya dibawa berkeliling meninjau ruang eksibisi Pusat Dakwah Brunei yang menampilkan berbagai warisan sejarah Islam Brunei dan buku-buku terbitan Pusat Dakwah Brunei. Salah satunya adalah buku aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah seri 1 dan 2.

Seusai pertemuan pihak Pusat Dakwah Islamiyah menyerahkan buku tebal berjudul “50 Tahun Kepemimpinan Berteraskan Al-Qur’an dan Assunnah” yang memaparkan perkembangan Islam di bawah kepemimpinan Sri Baginda Sultan Hassanal Bolkiah di negeri yang namanya populer di Aceh itu

Laporan : M Rizwan Haji Ali/Fadhal

Editor.    : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here