Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-55, Stunting dan JKN Jadi Fokus Pemerintah

16
Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri saat menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan RI pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-55 Tahun 2019 Provinsi Bengkulu, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (12/11).

Sumateranews.co.id, BENGKULU – Berdasarkan penegasan atas arahan Presiden RI Joko Widodo terkait ada 2 isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas yaitu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Menteri Kesehata RI Terawan Agus Putranto meminta kepada seluruh stake holder bidang kesehatan untuk melakukan optimalisasi berbagai sektor, mulai dari sisi pelayanan hingga sisi ketersediaan obat dan alat kesehatan.

“Dalam pelaksanaan tata kelolanya saya minta pembangunan kesehatan di daerah serta pemanfaatan anggaran harus dilaksanakan dan dikelola secara baik, benar dan bertanggungjawab, akuntabel, transparan serta dengan sistem monitoring evaluasi yang ketat,” jelas Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri saat menyampaikan sambutan Menteri Kesehatan RI pada Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-55 Tahun 2019 Provinsi Bengkulu, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (12/11).

Lanjut Hamka Sabri, dengan Hari Kesehatan Nasional ini menjadi momentum dalam menekankan penguatan dalam hal optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan.

“Dengan hari Kesehatan Nasional yang ke -55 ini, mari kita tingkatkan kebersamaan kita dalam mewujudkan cita-cita bangsa ini yaitu SDM Maju Indonesia Unggul,” pungkas Hamka Sabri.

Terkait keresahan sebagian masyarakat Provinsi Bengkulu atas rencana kenaikan tarif biaya BPJS kesehatan mandiri, menurut Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni kebijakan ini baru akan diberlakukan per 1 Januari 2020 mendatang. Sehinga diharapkan masyarakat tetap membayar iuran seperti biasa.

Terlebih lanjut Herwan Antoni, berdasarkan hasil rapat terakhir antara Kementerian Kesehatan RI bersama Komisi 9 DPR RI, bahwa akan diupayakan subsidi terhadap pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri tersebut.

“Saat ini kita masih menunggu informasi dari Kementerian Kesehatan. Kita harapkan ada subsidi dari pemerintah pusat nanti bagi peserta-peserta bukan penerima upah atau kepesertaan mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, rangkaian Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-55 Tahun 2019 di Provinsi Bengkulu juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan dan hadiah kepada Pemenang Puskesmas terbaik Dalam Pelaksanaan PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga), Pemenang Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Bengkulu 2019 dan Pemenang Tenaga Kesehatan Teladan Provinsi Bengkulu 2019.

Laporan : Ifan – Rian-Media Center Pemprov Bengkulu

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here