Pergoki Rampok, Sumito Ditembak

0
368

Sumateranews.co.id, MUSI RAWAS- Naas dialami Sumito (60), warga Desa Beliti Jaya, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura. Sumito yang juga mantan kades ini ditembak kawanan perampok yang diduga berjumlah delapan orang. Kawanan perampok itu dilihat korban tengah sedang beraksi di rumah anaknya yakni Andre yang tidak jauh dari rumahnya.

Beruntung kejadian yang dialami Sumito, Jumat (17/11) sekitar pukul 03.30 WIB tidak sampai membuat nyawanya melayang. Namun korban harus dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau akibat mengalami luka tembak di kaki sebelah kanan hingga tembus.

“Berdasarkan keterangan dari dia (korban Sumito), rumah anaknya di seberang. Dia melihat ada dua orang sedang menyatroni rumah itu,” jelas Kapolres Mura AKBP Pambudi melalui Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafrudin, Sabtu (18/11).

Lanjutnya, korban saat itu melihat dari hordeng jendela depan rumahnya. Namun kawanan pelaku yang tengah menyatroni rumah anaknya diseberang, melihat korban Sumito. Lantas antara dua sampai tiga orang pelaku langsung menyeberang dengan melompati pagar rumah Sumito.

“Pelaku melihat itu langsung ke rumah dia (Sumito), melompati pagar. Dia menahan pintu dan pelaku menembak mengenai kaki korban,” terangnya.

Menurutnya, setelah ditembak korban melarikan diri dan berusaha kabur untuk bersembunyi ke belakang rumah. Bersamaan dengan itu, kawanan pelaku juga melarikan diri.

“Pelaku yang menyebrang antara dua sampai tiga orang,” ujar Syafrudin.

Dalam aksinya, kawanan pelaku sudah lebih dulu menjalankan aksinya di rumah anaknya Andre. Akibat kejadian itu, pelaku membawa uang cash sebesar Rp 30 juta dan emas tujuh suku.

“Di rumah anaknya kerugian sekitar Rp 30 juta, cash dan emas tujuh suku. Keterangan dari anaknya dia yang diikat oleh perampok,” beber Kapolsek.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan sejumlah saksi. Bahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan unit pidum Polres Mura. “Dugaan untuk sementara ini murni perampokan,” tegasnya.

Sedangkan untuk jumlah kawanan perampok, pihaknya menduga berjumlah delapan orang. Kawanan perampok datang ke TKP dengan mengendarai empat unit motor, masing-masing satu motor boncengan dua orang.

“Dalam beraksi para perampok pakai motor tersebut, ada yang salah satu pelakunya memakai helm,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Beliti Jaya, Khaerudin membenarkan adanya aksi perampokan yang dialami warga di desanya tersebut Kejadian itu sekitar pukul 03.15 di rumah H Sumito dan merupakan mantan Kades di desanya.

“Informasi yang kami dapat, saat perampokan tersebut terjadi, semua rumah warga  dijaga sama perampok. Jadi para tetangga di sana dijaga semua pakai senjata api,” sambung Khaerudin.

Informasi yang didapatnya, perkiraan kawanan perampok antara delapan sampai 10 orang.

“Jumlahnya kalau dikatakan tidak akurat. Perkiraan antara delapan sampai sepuluh orang,” ungkapnya.

Kemudian, rumah H Sumito dengan anaknya yakni Andre berseberangan. Hanya terhalang jalan dengan halaman rumah, jaraknya sekitar tujuh meter.

“Kalau Andre saya belum sempat nanya, masalahnya dia juga dipukul, disekap dan diikat pakai tali,” bebernya.

Kades mengungkapkan, kejadian bermula sebelum kejadian H Sumito sholat tahujud sembari untuk menunggu sholat subuh.

“Nah dia itu tahu orang loncat dari rumah masuk rumah H Sumito. Lompat pagar. Jadi gak nyangka setelah dobrak itu, baru tahu perampok,” ungkapnya.

Sementara itu, akibat kejadian perampokan itu, kerugian yang dialami korban berdasarkan informasi yang didapatnya uang Rp 50 juta.

“Uang Rp 50 juta untuk bayar mobil truk anaknya. Tapi yang punya mobil lagi di Jakarta, dibawa pulanglah. Kemungkinan ada yang tahu,” katanya.

Sedangkan untuk emas yang diketahuinya sekitar 35 gram.

“Tapi kalau istrinya Andre itu kurang tahu juga,” tuturnya.

Sementara itu terpisah, korban Sumito saat ditemui di RSUD dr Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau berangsur-angsur mulai pulih. Suminto dirawat di ruang Cempaka, kondisinya sadar dan tangannya dipasang selang infus. Sedangkan luka tembak di kaki sebelah kanannya tidak sampai menembus tulang, hanya daging.

“Saya dari sholat Tahajud, lalu mau lanjut tidur lagi,” tutur Sumito saat terbaring di rumah sakit.

Kemudian saya melihat orang yang tidak dikenal langsung masuk melompati pagar sekitar tiga orang. Mereka berusaha masuk lewat jendela. Namun oleh korban ditahan.

“Waktu itu saya dengar suara dari mereka (perampok) yang mengatakan “tembak kakinya”. Tidak lama dari itu, bunyi suara letusan, kena kaki sebelah kanan,” ceritanya.

Kemudian, setelah kaki sebelah kanan korban kena tembak oleh perampok, korban langsung berlari menyelamatkan diri untuk bersembunyi.

“Nyumput, kabur bawah batang pisang,” kata Suminto yang kesehariannya merupakan petani karet dan sawit itu. Tak lama berselang, kawanan perampok juga kabur.

Laporan             : Donna Apriliansyah

Editor/Posting    : Imam Ghazali