Penyuluh Agama Lounching Pengajian di Rutan Banda Aceh

77
Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Besar membuka secara resmi pengajian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Banda Aceh. Kegiatan ini kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar dengan Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh dan Rutan Banda Aceh, Senin 4 November 2019.

Sumateranews.co.id, BANDA ACEH – Penyuluh Agama Islam Kabupaten Aceh Besar membuka secara resmi pengajian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Banda Aceh. Kegiatan ini kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar dengan Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh dan Rutan Banda Aceh, Senin 4 November 2019.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh, Muhammad Najib berharap kehadiran Penyuluh Agama Islam dapat memberikan pendidikan rohani berbasis pesantren. “Banyak saudara kita di sini yang belum mengenal baca tulis Alquran. Untuk itu mereka butuh pembinaan dan bimbingan,” ucap Najib.

Selama ini kegiatan pengajian telah dilaksanakan oleh MPU Aceh Besar, dan berjalan lancar setiap Rabu. Ia meminta kepada warga lapas untuk terus berbuat baik.

“Mari tingkatkan iman dan takwa. Harapannya saat kembali ke masyarakat dan keluarga dapat memberi contoh bagi orang di luar sana, yang bahwa kita di lapas juga belajar agar jadi lebih baik. Mari semangat ikut kegiatan yang diprakarsai oleh Disdik Dayah Banda Aceh dan Kemenag Aceh Besar”, pinta Najib.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Tgk Tarmizi M Daud, M.Ag dalam sambutannya mengajak warga lapas agar memperbaiki diri. “Semua kita ada salah, namun yang terbaik adalah siapa yang mau mengubah diri jadi lebih baik. Seandainya orang hidup di luar penjara tapi tidak ibadah, dan orang di lapas rajin ibadah, siapa yang lebih baik? Tentu orang di lapas. Allah tidak melihat status orang, tetapi Allah melihat siapa yang taat”, jelas Abi Pandrah memotivasi warga lapas.

Tgk Tarmizi yang akrap disapa Abi Pandrah berharap warga lapas untuk bersyukur atas setiap musibah. Di balik musibah ada hikmah yang kadang tidak kita ketahui.

“Bayangkan jika kita tidak patah kaki, bisa jadi ke depan akan patah kepala. Itu lah hikmah dari musibah. Andai tidak masuk penjara, berapa banyak dosa yang terus kita lakukan”, jelas Abi Pandrah yang juga Penyuluh Agama Islam senior Kabupaten Aceh Besar.

Hikmah lain dari musibah adalah hemat dosa. Jika tidak masuk lapas, mungkin lebih banyak lagi dosa atau kesalahan yang kita perbuat. Maka harus bersyukur apa pun musibah yang menimpa hamba.

Abi Pandrah meminta warga lapas konsisten mengikuti pengajian nantinya. “Sesuatu yang baik mari kita ikuti. Mungkin ke depan kita akan jadi lebih baik. Bahkan kita berharap setelah bebas dari penjara ada yang jadi Keuchik dan sebagainya.”

Pengajian akan dilaksankan dengan beberapa metodologi, seperti ceramah, kajian kitab kuning, dan belajar membaca Quran. Yang diisi oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Penyuluh Agama Islam Non PNS dari empat kecamatan, Baitussalam, Mesjid Raya, Darussalam dan Krueng Barona Jaya.

Acara pengajian diresmikan oleh Kanwil Kemenkumham Aceh yang diwakili Kepala Divisi Pemasyarakatan, Drs Meurah Budiman SH, dan dihadiri oleh kepala KUA, muspika plus dalam empat kecamatan.

Pendidikan di lapas perlu untuk perubahan karakter dan prilaku. Kehadiran pesantren At-Tawabin di lapas banyak fungsinya. Sebab masih banyak saudara kita yang belum bisa membaca Quran.

“Jangan pikir semua orang Aceh sudah bisa mengaji dan shalat”, sebut Meurah.

Laporan : Anja

Editor    : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here