Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut Tiga Tahun Penjara

62
Terdakwa penyuap Bupati Muara Enim non-aktif dalam kasus suap 16 paket proyek jalan yakni, Robi Okta Fahlevi, saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Niken Susanti, usai mendengarkan tuntutan JPU KPK, Roy Riadi di ruang utama Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/01/2020).

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Terdakwa penyuap Bupati Muara Enim non-aktif dalam kasus suap 16 paket proyek jalan yakni, Robi Okta Fahlevi dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan.

“Terdakwa Robi Okta Fahkevu sekaligus Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co terbukti melanggar ketentuan pasal 5 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata JPU KPK, Roy Riadi saat persidangan di ruang utama Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/01/2020).

Selama proses persidangan yang dipimpin hakim Bongbongan Silaban tersebut, Robi mengakui telah memberikan uang senilai Rp12,5 Miliar kepada Elfin MZ Muchtar yang kemudian dikirim bertahap kepada Bupati Muara Enim non-aktif, Ahmad Yani sebagai komitmen fee sebesar 10 persen dari total nilai proyek yakni Rp132 Miliar.

Robi juga mengakui memberikan secara langsung sejumlah uang kepada Wakil Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Muara Enim dan Pokja Lelang yang total besaranya 5 persen dari nilai proyek.

Komitmen fee dengan total 15 persen tersebut agar terdakwa mendapatkan 16 paket proyek jalan terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim Tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

Terdakwa terbukti melakukan pemufakatan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapat proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

“Dengan itu dalam perkara ini unsur perbuatan pidana membuat penyelenggara negara agar berbuat sesuatu dengan menjanjikan sesuatu terbukti secara sah dan meyakinkan,” tegas JPU KPK.

Perbuatan terdakwa yang melanggar ketentuan sebagaimana undang-undang korupsi menjadi pemnerat dalam tuntutan, sedangkan hal yang meringankannya yakni terdakwa bersikap sopan dan berbuat koorperatif selama persidangan serta terdakwa tidak pernah berbuat pidana sebelumnya.

Atas tuntutan itu sendiri terdakwa mengajukan pledoi dan sidang akan dilanjutkan, pada Selasa (21/1) mendatang.

“Kami akan mengajukan pembelaan dengan dua pledoi yang mulia, pertama dari Robi langsung dan yang kedua dari kami selaku kuasa hukum,” ujar Kuasa Hukum terdakwa, Niken Susanti.

Laporan : Are

Editor     : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here