Penyuap Bupati Muara Enim Dituntut Tiga Tahun Penjara

42
Terdakwa penyuap Bupati Muara Enim non-aktif dalam kasus suap 16 paket proyek jalan yakni, Robi Okta Fahlevi, saat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Niken Susanti, usai mendengarkan tuntutan JPU KPK, Roy Riadi di ruang utama Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/01/2020).

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Terdakwa penyuap Bupati Muara Enim non-aktif dalam kasus suap 16 paket proyek jalan yakni, Robi Okta Fahlevi dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan.

“Terdakwa
Robi Okta Fahkevu sekaligus Direktur PT Indo Paser Beton dan CV Ayas & Co
terbukti melanggar ketentuan pasal 5 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi,” kata JPU KPK, Roy Riadi saat persidangan di ruang utama
Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (14/01/2020).

Selama
proses persidangan yang dipimpin hakim Bongbongan Silaban tersebut, Robi
mengakui telah memberikan uang senilai Rp12,5 Miliar kepada Elfin MZ Muchtar
yang kemudian dikirim bertahap kepada Bupati Muara Enim non-aktif, Ahmad Yani
sebagai komitmen fee sebesar 10 persen dari total nilai proyek yakni Rp132
Miliar.

Robi juga
mengakui memberikan secara langsung sejumlah uang kepada Wakil Bupati Muara
Enim, Ketua DPRD Muara Enim dan Pokja Lelang yang total besaranya 5 persen dari
nilai proyek.

Komitmen fee
dengan total 15 persen tersebut agar terdakwa mendapatkan 16 paket proyek jalan
terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim Tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

Terdakwa
terbukti melakukan pemufakatan suap dengan sadar dengan harapan terus mendapat
proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

“Dengan
itu dalam perkara ini unsur perbuatan pidana membuat penyelenggara negara agar
berbuat sesuatu dengan menjanjikan sesuatu terbukti secara sah dan
meyakinkan,” tegas JPU KPK.

Perbuatan
terdakwa yang melanggar ketentuan sebagaimana undang-undang korupsi menjadi
pemnerat dalam tuntutan, sedangkan hal yang meringankannya yakni terdakwa
bersikap sopan dan berbuat koorperatif selama persidangan serta terdakwa tidak
pernah berbuat pidana sebelumnya.

Atas
tuntutan itu sendiri terdakwa mengajukan pledoi dan sidang akan dilanjutkan,
pada Selasa (21/1) mendatang.

“Kami
akan mengajukan pembelaan dengan dua pledoi yang mulia, pertama dari Robi
langsung dan yang kedua dari kami selaku kuasa hukum,” ujar Kuasa Hukum
terdakwa, Niken Susanti.

Laporan :
Are

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here