Penemu Hyperloop Yakin, Kecepatannya Bisa Melaju 1.200 km/jam dan Mengalahkan Kecepatan Laju Balapan Formula 1

2494
Suatu saat, Hyperloop bisa melaju 1.200 km/jam. Kecepatan ini lebih kencang hingga tiga kali lipat dari laju balapan Formula 1 yang pernah diukur.

Kontes Hyperloop: Cip Infineon Dukung Kemenangan Pod Karya Technical University of Munich untuk keempat kalinya secara berturut-turut

Sumateranews.co.id, MUNICH – Bepergian sama dengan kecepatan suara, apakah ini bisa? Hal inilah, yang saat ini digarap para ahli Hyperloop. Bahkan para penemu Hyperloop yakin, suatu saat itu bisa menjadi kenyataan. Bepergian dalam pod yang melintasi sebuah tabung yang setengah vakum dengan kecepatan hingga 1.200 km/jam. Para insinyur di seluruh dunia tengah menggarap teknologi tersebut.

Sebelumnya, para ahli automotive teknologi kembali menggelar kontes Hyperloop Pod di Los Angeles, USA, pada malam hari dari Minggu hingga Senin kemarin. Dalam ajang SpaceX Hyperloop Pod Competition ini, para mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM) kembali menjuarai kompetisi kecepatan untuk purawarupa pod ini hingga empat kali berturut-turut.

Dilengkapi lebih dari 420 cip Infineon, pod ini melaju 463,5 km/jam. Kecepatan tersebut memperpendek waktu tempuh Munich menuju Hamburg sekitar 1 jam dan 15 menit, untuk sekadar menyebut contoh. Tim TUM membuat para pesaingnya ketinggalan jauh. Pod mereka melaju 200 km/jam lebih cepat ketimbang juara kedua.

“Empat gelar juara secara berturut-turut dalam Kompetisi Hyperloop membuktikan kepiawaian teknologi yang luar biasa dari para mahasiswa TUM,” ujar Hans Adlkofer, Vice President Automotive Systems, Infineon.

“Mereka juga mengangkat peran besar yang dijalankan peranti elektronik dengan kecermatan dan kemahiran tinggi dalam masa depan mobilitas. Kami gembira atas prestasi tim Hyperloop TUM dan mengucapkan selamat atas kesuksesan mereka yang mengesankan.”

Infineon menjadi sponsor tim TUM, dan memasok sejumlah komponen penting. Selain itu, para mahasiswa menyempurnakan elektronik pod buatannya di lokasi El Segundo milik Infineon, dekat Los Angeles.

Delapan motor listrik pod tersebut dikendalikan oleh 288 semikonduktor listrik buatan Infineon. Sejumlah cip ini mengendalikan arus listrik yang mengaliri motor, dengan ribuan proses switching per detik. Hal tersebut menciptakan medan magnet yang cepat berubah sehingga menggerakkan motor listrik. Lebih lagi, 24 sensor dari Infineon menyajikan informasi tentang posisi rotor pada motor listrik. Data demikian diperlukan untuk ketepatan waktu yang cermat pada proses switching.

Begitu pula pada drive, Hyperloop TUM juga memanfaatkan 112 komponen kelistrikan dari Infineon dalam sakelar baterai utama. Dengan dukungan perangkat ini, arus listrik dari baterai bisa diputuskan dalam hitungan detik. Fitur ini dibutuhkan, misalnya, untuk pekerjaan pemeliharaan produk atau saat terjadi kecelakaan, demi melindungi penumpan dari sengatan listrik.

Konsep Hyperloop dicetuskan pendiri SpaceX Elon Musk yang memaparkan ide ini pada 2013 sebagai alternatif yang lebih cepat dan murah untuk angkutan-angkutan yang biasa ditemui. Hyperloop akan mengurangi konsumsi energi secara drastis, karena tabung setengah vakum tersebut memiliki sangat sedikit hambatan udara dan pod bergerak hampir tanpa gesekan berkat teknologi pengapungan di udara (levitation) secara magnetis.

Ajang ini merupakan SpaceX Hyperloop Pod Competition keempat. Tim Hyperloop TUM mengungguli 20 tim lain asal Amerika Serikat, Asia, Australia, dan Eropa. Dalam babak final, ada tiga tim yang bersaing: Delft Hyperloop dari Delft University of Technology (Belanda), EPFLoop dari Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (Swiss) serta Swissloop dari ETH Zurich (Swiss).

Sumber : PR Newswire

Editor    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here