Penampakan Buaya Keramat Tanjung Mayan OKI Hebohkan Warga

143

// BKSDA Pasang Plang Daerah Rawan Buaya

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG –
Beredarnya kabar adanya buaya yang muncul di wilayah Serigeni dan Tanjung Serang di Sungai Komering Kayuagung Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, ternyata bukanlah berita HOAX.

Kemunculan Buaya di Sungai Komering Kayuagung tersebut dikaitkan oleh masyarakat Desa Tanjung Serang dan sekitarnya merupakan penjelmaan dari Buyut atau Puyang yang terkenal di daerah Tanjung Mayan Desa Teloko-Tanjung Serang.

Kopot (45) saat dibincangi di lokasi di dusun 1 Desa Tanjung Serang dimana Buaya tersebut sering muncul mengatakan, kemunculan Buaya ini sudah terjadi 2 minggu ini.

“Biasanya muncul ditengah sungai, hari ini muncul dipinggir sungai di seberang sana, sambil menunjuk Buaya yang sedang muncul, Buayanya berwarna agak Kuning kecoklatan, kemaren-kemaren muncul Buaya warna agak Putih dan ada yang berwarna Hitam,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (9/11/2019).

Semenjak kemunculan buaya ini, banyak menyedot warga yang penasaran dan ingin melihat langsung buaya tersebut. Bahkan kondisi tersebut mendatangkan berkah tersendiri bagi warga setempat dengan banyak mendirikan tempat jualan dadakan di sekitar lokasi sungai.

“Lumayan pak, setiap harinya banyak  warga datang ingin menyaksikan langsung. Banyak juga yang membuat tempat jualan seperti es, dan makanan lainnya. Alhamdulillah, lumayanlah pak,” sebut salah satu warga sekitar.

Dia katakan, kemunculan buaya tersebut, tidak mengganggu warga, dan memang sudah biasa. “Sebab kalau dikaitkan dengan cerita turin temurun, ya itu Buaya penunggu Danau Teloko yang dikenal dengan Keramat Tanjung Mayan, namun sejak kemunculan Buaya tersebut, warga juga waspada dan banyak yang menjauhi aktivitas di sungai tersebut karena takut dimangsa Buaya,” tandasnya.

Sementara itu, terkait kemunculan buaya tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem Balai Konservasi SDA Sumsel melalui Koordinator Tim Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar Balai Konservasi SDA Sumsel, Donny Priana Muslihat didampingi Lukman selaku Anggota Balai Konservasi SDA Sumsel beserta rekan lainnya saat dikonfirmasi dilapangan mengatakan, pihaknya telah turun dan mengecek langsung ke lapangan.

“Hari ini Jum’at tanggal 8 November 2019 kami melakukan survey pendahuluan meninjau langsung kelapangan, sebelumnya kita tahu dari medsos, youtube dan lain-lain,” terangnya.

Lanjutnya, fenomena seperti itu merupakan hal yang alami. Biasanya terjadi dimusim seperti sekarang ini, dimana buaya melepaskan Hormon Peromon untuk menarik perhatian buaya betina agar melangsungkan perkawinan dan biasanya tidak lebih dari dua minggu sudah meninggalkan atau menjauh dari lokasi semula.

“Namun entah mengapa buayanya nyangkut disini, kita akan pantau dan lihat perkembangannya, kalau sudah lebih dua minggu akan kita pindahkan ketempat penangkaran, kita tangkap dengan cara di jaring, tadi kita sudah koordinasi dengan Plh Kades Tanjung Serang, dari LPM  pak Ismail, tidak keberatan kalau digiring dan dipindahkan ke Lebak Teloko namun tidak memungkinkan, opsi terakhir disetrum pakai genset untuk dibuat pingsan,” jelasnya.

Rencananya jika berhasil ditangkap, lanjut Donny, buaya itu akan dibawa ke Tanjung Rancing di belakang kantor Pemkab OKI.

“itupun jika memungkinkan, kalau tidak, ya kita bawa ke Jalur 1-21 di Suaka Margasatwa Air Sugihan OKI dan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kita pasang baleho pemberitahuan “Perhatian !!! Daerah Rawan Buaya, Berhati-hati beraktivitas disungai”, ungkapnya.

Pantauan dilapangan, terlihat anggota Sat Pol.PP dan anggota Damkar OKI turun kelapangan guna menjaga dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi menyusul ramainya masyarakat yang menyaksikan kemunculan buaya yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat.

Buaya yang memiliki ukuran cukup besar ini terlihat terus muncul dan kemunculannya tidak berpindah, tetap diarea semula, yakni di aliran Sungai Komering Kayuagung di Dusun 1 Desa Tanjung Serang Kec. Kayuagung tepatnya di depan Bangunan Sarang Burung Walet warga Tanjung Serang. Hingga berita ini dibuat, petugas belum berhasil menangkap buaya tersebut.

Laporan : Aliaman

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here