Pemkab OKI Terima Penghargaan WTP ke Tujuh

0
112

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir kembali menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.Piagam WTP tersebut diberikan langsung Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) Maman Abdul Rahman kepada Wakil Bupati OKI H M Rifai SE, di auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, Senin (28/5/2018).

Plt. Bupati OKI H.M Rifa’i SE mengatakan, penghargaan opini tertinggi dalam standar pelaporan keuangan daerah yang diraih Pemkab OKI bukan tanpa alasan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti dan berulang oleh BPK RI Perwakilan Sumsel dan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2017 layak untuk meraih WTP ke tujuh kalinya secara berturut-turut.

“Alhamdulillah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Ogan Komering Tahun Anggaran 2017 memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini WTP ini merupakan pencapaian yang ketujuh kali secara berturut-turut, pencapaian WTP ini meyakinkan kita semua bahwa program pelayanan publik di Kabupaten OKI bisa sejalan dengan akuntabilitas keuangan,” jelasnya.

Untuk itu sangat  penting menanamkan kepatuhan dan ketelitian mengelola anggaran agar sesuai dengan kaidah akuntansi negara, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap tahun kita diaudit BPK, artinya kita tahu dimana laporan yang masih terdapat kekeliruan, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memperhatikan dan mematuhi hasil audit BPK agar ke depan semakin baik lagi. Kalau sudah patuh dan teliti Insya Allah  mempertahankan (WTP) tidak akan sulit. Kita juga akan terus berusaha menjaga prestasi ini agar tetap diraih untuk tahun selanjutnya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ogan Komering Ilir, Ir. Mun’im, MM menambahkan penilaian WTP ini murni diraih,  salah satu indikatornya karena Ogan Komering Ilir dinilai menerapkan  pengendalian internal yang baik dan ketepatan pelaporan menjadi kuncinya.

“Ogan Komering Ilir menerapkan sistem aplikasi keuangan yang terintegrasi dan saling terkontrol,  mulai dari mekanisme pencairan, penerimaan daerah hingga pelaporan dengan penggunaan sistem akrual sejak tahun 2016. Tahun ini kita juga menerapkan transaksi nontunai agar pengelolaan keuangan semakin akuntabel, transparan, serta tepat waktu,” tegasnya.

Selain laporan keuangan, BPKAD juga berupaya menuntaskan permasalahan pendataan aset yang mengganjal mendapatkan raihan opini WTP. “Soal aset menjadi catatan BPK sehingga kami membentuk tim aset,” jelasnya.

Laporan          : Aliaman/Hms

Editor/Posting : Imam Ghazali