Pemkab OKI Mendapat Bantuan Akses Air Bersih dan Sanitasi

21

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab. OKI) kembali mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI) senilai Rp 28 miliar untuk penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Ogan Komering Ilir.

“Tahun 2020 dipastikan kita kembali mendapat bantuan akses air bersih untuk masyarakat kita sudah selesaikan DED nya,“ ungkap Direktur PDAM Tirta Agung.

Banarianto, SE saat mendampingi Bupati OKI Iskandar SE pada acara Penandatanganan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah atau Alih Status Barang Milik Negara di Auditorium Kementerian PUPR RI belum lama ini di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Lanjutnya, bantuan tersebut untuk menambah kembali jumlah sambungan rumah (SR) baru air PDAM kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 1.500 SR pada 2019 dan 2.000 SR pada tahun 2020 atau untuk melayani sekitar 17.500 jiwa dengan nilai hibah mencapai Rp 28 miliar.

Untuk mendapat Hibah Air Minum ini  Pemda harus memenuhi beberapa persyaratan. Seperti adanya Peraturan Daerah (Perda), Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan kesiapan APBD pada tahun berjalan. Ditambah lagi, Kementerian PUPR memprioritaskan kabupaten/kota penerima hibah air minum adalah daerah dengan PDAM berkinerja baik dalam pemasangan Sambungan Rumah (SR).

“PDAM sebagai BUMD disyaratkan masih memiliki kapasitas produksi tidak terpakai dan daftar MBR calon penerima hibah sesuai kriteria yang ditentukan,” ujarnya.

Sementara  untuk kriteria bagi penerima manfaat, dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA.

Terpisah, Kementerian PUPR RI melalui Sekjen PUPR RI, Iskandar MT mengatakan Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih dan menekan kawasan kumuh di Indonesia.

Peningkatan akses air bersih dan pengelolaan persampahan itu turut berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk hidup lebih sehat.

“Pertambahan jumlah penduduk terutama di perkotaan, mengakibatkan kebutuhan prasarana air bersih dan sanitasi juga meningkat. Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses aman air bersih di Indonesia yang saat ini baru mencapai 73,8 persen,” terang Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Iskandar MT.

Laporan          : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here