Pemkab.OKI Mediasi Warga Korban Banjir

0
127

OKI.Sumateranews.co.id. Setelah hampir sebulan warga di RT 05 Kompleks Purna Jaya, RT 03 dan RT 04 Talang Kubu LK.I Kelurahan Sukadana, serta Dusun 03 Desa Celikah terendam banjir yang diduga dampak dari penimbunan proyek jalan Tol Kayuagung-Palembang. Selanjutnya setelah didesak warga dengan turun ke jalan selama dua (2) hari, yakni pada Minggu (30/4) dan Senin (1/5), pihak kontraktor Tol KapalBetung membuatkan satu titik sodetan dan dipasang box kontainer/box temporary.

Menindaklanjuti dari laporan dan keluhan masyarakat korban banjir di Kayuagung,melalui inisiasi Komisi III DPRD OKI (2/5) digelar lah rapat koordinasi antara warga korban banjir, Pemda.OKI dan pihak kontraktor.Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD OKI,H.Nawawi Anang,SH yang dihadiri oleh Ketua Komisi III dan anggota Komisi III DPRD dapil I H.Solahudin Djakfar beserta anggota komisi III DPRD OKI lainnya,Sekda.OKI,Kadin PU dan Penataan Ruang Kab.OKI,Ir.H.M.Hapis MM,Kepala Bappeda OKI,Makruf CM SIP,MM,Kadin Ketahanan Pangan ,tanaman dan holtikultural,Syarifudin SP,Msi,Kadin Sosial,Ir Ifna Nurlela dan OPD OKI lainnya,Camat Kota Kayuagung,Dedy Kurniawan,Kapolsekta Kayuagung,AKP Feryanto,SH,Akmal Kausar dan pewakilan warga korban banjir lainnya ,Tatang Sutisna dari bagian Suprok Seksi PT.Sriwijaya Makmore Persada beserta rekannya dan pihak PT.Waskita Karya yang diwakili oleh Nur Aziz bagian Departemen Teknik PT.Waskita Karya,para LSM maupun wartawan baik cetak maupun elektronik yang sempat hadir.

Bupati OKI melalui Sekda OKI,H.Husin SPd MSi dalam kesempatan tersebut mengatakan berbagai bantuan yang telah diberikan oleh pemda OKI terhadap korban bencana banjir di OKI seperti di Kecamatan Pematang Panggang,Lempuing dan diwilayah kab.OKI lainnya,begitu juga di Kecamataan Kota Kayuagung,namun bantuan itu belum cukup dikarenakan dana yang ada pada dinas yang bersangkutan saat ini masih minim untuk itu kiranya dinas Sosial harus terus memonitor dan mendata korban banjir di OKI khususnya warga korban banjir yang ada di Desa Celikah dan di Kelurahan Sukadana saat ini,pihak perusahaan yang mengerjakan proyek jalan tol diharapkan mengacu pada DED (Detail Engineering Design) yang dimiliki oleh PT.Waskita Karya atau PT.SRIMP dan diharpkan segera membuat box culvert,kiranya pihak PT.Waskita Karya PT.SRIMP yang hadir dalam rapat ini mengkomunikasikan kemanajemen yang lebih tinggi agar kerugian masyarakat dapat diperhatikan dan wujudkan keperdulian dan kenyamanan antara perusahaan terhadap masyarakat yang terkena banjir,tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD OKI Efredi Jurianto,ST mengatakan kiranya pihak PT.Waskita karya maupun PT.SRIMP harus bertanggungjawab terhadap korban bencana banjir,karena menurut laporan dari masyarakat setempat,banjir ini disebabkan oleh pembangunan jalan tol Kayuagung-Palembang,menurut laporan dari warga,daerah tersebut belum pernah terkena banjir namun sejak dilakukannya penimbunan jalan tol dari tahun 2013 lahan petanian milik warga seluas 45 hektar tidak bisa lagi ditanami bahkan puncaknya ditahun 2017 ini air naik hingga menimbulkan banjir sampai ketinggian 1 meter dimana selain merendam rumah warga,korban banjir banyak melgalami kerugian baik kerugian materil maupun immateril selain itu berdampak terhadap kesehatan warga sekitar,warga terserang flu dan batuk,gatal-gatal,korengan dan kena kutu air,untuk itu kiranya pihak PT baik Waskita Karya maupu SRIMP agar dapat segera membuat codetan/box container agar air dapat segera surut,tandasnya.
Sementara itu Tatang Sutisna dari bagian Suprok Seksi PT.Sriwijaya Makmore Persada dalam kesempatan tersebut mengatakan,sebagaimana DED “Secara permanen kita akan memasang sebanyak 11 box culvert untuk menanggulangi banjir.mengatasi permasalahan banjir” untuk sementara ini kita telah membuat codetan dan membangun 1 (satu) box container di STA -1200 dan hasilnya air mulai surut.Selama ini pihaknya mengakui kurang koordinasi dengan Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten OKI. Hal ini karenakan saat ini sedang tahap peralihan saham dari PT. Sriwijaya Makmur Persada ke PT. Waskita Karya.Jika proses peralihan saham ini selesai, selanjutnya PT. Waskita Karya yang akan melanjutkanya,” terang Tatang didampingi perwakilan dari PT. Waskita Karya.
Berbagai keluhan ,tuntutan dari warga korban banjir.Dari rapat yang dilaksanakan tersebut dihasilkan kesepakatan sebagai berikut :
(1).Penanggulangan banjir dilakukan dengan pemasangan box temporary/box kontainer minimal sebanyak 2 (dua) titik atau sesuai kebutuhan antara STA-0 sampai STA-3 sepanjang lebih kurang 4,5 km.Pemasangan dilaksanakan secara.bertahap oleh kontraktor dalam waktu paling lama 3 hari kedepan.
(2).Dalam pembangunan selanjutnya pihak kontraktor akan melakukan berkoordinasi pada OPD Kabupaten OKI terkait secara intensif.
(3).DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah Kab.OKI terkait segera turun langsung ke masyarakat untuk mendata dan menindaklanjuti penanganan akibat banjir ini.
(4).pihak Kontraktor dihimbau untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir akibat pembangunan Tol KAPALBETUNG ini.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh pimpinan rapat,H.Nawawi Anang,SH, dan turut ditandatangani oleh Sekda OKI,ketua Komisi III DPRD OKI,Suprok Seksi PT.Sriwijaya Makmore Persada dan dari DepartemenTeknik PT.Waskita Karya.
Dari informasi dan pantauan dilokasi,menurut RT 05 Purnajaya Kelurahan Sukadana,Akmal Kausar air mulai surut hingga 30 cm meter lebih.

Laporan : Aliaman
Editor : Imam Ghozali
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article