Pemkab OKI Kembali Buka Isbat Nikah 2018

0
229
Sekda OKI H. Husin SPd.MM didampingi Kabag Kesra OKI H Reswandi SP MM dan Kepala Pengadilan Agama Kayuagung, Drs Ikhsan MH serta Syamsul Bahri dari Kemenag OKI saat menandatangani kesepakatan program terpadu Isbat Nikah tahun 2018, Jumat (9/3/2018). (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Pelaksana tugas (Plt) Bupati OKI H. Muhammad Rifa’i SE melalui Sekretaris daerah (Sekda) OKI, H. Husin SPd MM secara resmi membuka kegiatan terpadu isbat nikah tahun 2018 yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemda OKI.

Acara tersebut dihadiri Ketua Pengadilan Agama Kayuagung, Drs Ikhsan MH, Perwakilan Kemenag OKI, H. Syamsul Bahri, Disduk Capil, FKPD OKI, Kapolsekta Kayuagung AKP Feryanto SH, para pasangan suami istri (pasutri), dan para undangan, Jumat (9/3/2018).

Ketua Koordinator pelaksana kegiatan isbat nikah yang juga selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) OKI, H. Reswandi SP MM dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pelayanan terpadu isbat nikah ini mengambil tema “Diakui Negara dan Sah Menurut Agama” merupakan salah satu program Pemkab. OKI dan ini yang keempat kalinya, yang pembiayaannya bersumber dari dana APBD OKI tahun 2018 yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kayuagung, Kemenag OKI dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) OKI.

Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni dalam rangka untuk mempermudah, mempercepat, pengurusan isbat nikah, buku nikah dan pengurusan akta kelahiran bagi anak-anak mereka. Karena dengan terpenuhinya hak – hak dasar masyarakat tersebut, akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan lainnya dapat meningkat.

Pasutri yang diisbatnikahkan sebanyak 44 pasang yang berasal dari Kecamatan Kayuagung sebanyak 1 pasutri, Kecamatan Pedamaran 2 pasutri, dan Kecamatan Tanjung Lubuk sebanyak 41 pasutri. Sementara untuk pasutri yang telah diisbatnikahkan sebelumnya sejak tahun 2015-2017 lalu sebanyak 1.149 pasutri. Dengan rincian, tahun 2015 sebanyak 325 pasutri, tahun 2016 sebanyak 382 pasutri, dan ditahun 2017 sebanyak 442 pasutri.

Sementara itu Plt Bupati OKI melalui Sekda OKI H. Husin SPd MM mengatakan isbat nikah  ini merupakan bagian dari program Bupati OKI dalam rangka mewujudkan program pemerintah daerah “OKI Mandiri Berlandaskan Iman dan Taqwa” dimana launching pertama kalinya sejak 15 Juni 2015. Kegiatan ini dalam rangka memberikan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.

“Suatu pernikahan atau perkawinan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia harus dicatat pada instansi yang berwenang dengan tujuan agar pernikahan atau perkawinan yang dilakukan oleh masyarakat menjadi tertib dan terkontrol. ‘’Untuk itu  Bupati OKI menginstruksikan agar kegiatan ini jangan dihentikan penganggarannya sebelum tuntas 100 persen. Sebab program ini sangat menyentuh dan membantu masyarakat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu,’’ tegas Husin.

Laporan            : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali