Pemkab.OKI Berhasil Merestorasi Lahan Gambut Yang Terbakar

0
146

OKI.Sumateranews.coid. Kerja keras Bupati OKI bersama stakeholdernya dalam upaya merestorasi lahan gambut yang terbakar sejak tahun 2006 lalu membuahkan hasil.hal tersebut terbukti dengan datangnya para Delegasi Bonn Challenge dari 27 negara bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati OKI Iskandar, dan stakeholder dari provinsi Sumsel mengunjungi lokasi Bonn Challenge di Kebun Plasma Nutfah dan demonstrasi plot restorasi hutan rawa gambut bekas kebakaran (Genepool Orchard and Demonstration Plot of Ex-Fire Peat Swamp Forest Restoration) di jalan Sepucuk Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung Kab.OKI provinsi Sumsel dan sekaligus melakukan penanaman pohon seperti pohon Ramin (Gonystylus bancanus) ,Jelutung (Dyera lowii),Belarangen (Shorea belerangen) dan Perupuk ( Lophopetalum javanicum) serta tanaman lainnya yang bisa hidup dirawa gambut (9/5).
Gubernur Sumatera Selatan Ir.H.Alex Noerdin SH saat dikonfirmasi wartawan mengatakan,lebih kurang 736 ribu hektare lahan rawa gambut terbakar sejak tahun 2006 lalu,untuk merestorasi lahan rawa gambut yang terbakar perlu waktu 10 tahun untuk memulihkannya kembali dan yang pertama ini,”Kita telah membuka mata dunia bahwa kita telah behasil merestorasi gambut yang terbakar 11 tahun yang lalu,kita telah berhasil menemukan metodenya ,kemudian jenis tananman yang ditanam bagaimana menanam dan sebagainya dan ini nanti di kembangkan kearea yang lebih luas lagi,kita sudah mendapat bantuan 10 ribu hektare dan ini yang pertama yang sukses di Indonesia.”Untuk itu mari kita jaga,semuanya harus berperan dan bersama-sama begitu juga para wartawan harus juga ikut menjaga jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan,”harapnya.
Bupati OKI,H Iskandar SE mengatakan ,sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan rawa gambut tahun 2006 lalu,belajar dari pengalaman bersama Balai Penelitian Kehutanan Kementrian Kehutanan RI, ditahun pertama sejak tahun 2009 kita telah melakukan upaya restorasi lahan seluas 20 hektare, dengan biaya Rp.15 juta perhektare belum ditambah biaya perawatan selama 5 tahun.Target kita 20 ribu hektare ditahun 2020 dan untuk tahap pertama ini 10 ribu hektare ,dan ini sebagai pailed proyek dan sudah dilounchingkan oleh Gubernur Sumsel langsung yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Kehutanan Kementerian Kehutanan RI dan Internasional Tropical Timber Organization (ITTO) dan akan kita lakukan penanaman dikebun konservasi plasma nutfah diwilayah Sepucuk dikelurahan Kedaton kecamatan Kota Kayuagung,terangnya.
Mengenai konsesi-konsesi dari perusahaan sudah ada aturannya yang dikeluarkan oleh BRG dan instruksi presiden RI langsung ,perusahaan harus membuat sekat-sekat kanal, untuk itu kita akan mengontrol sekat-sekat kanal perusahaan – perusahaan yang ada di OKI.”Harapan kita para delegasi Bonn Challenge yang melakukan peninjauan pada hari ini serta pihak-pihak lainnya kiranya dapat membantu biaya dalam upaya merestorasi lahan gambut yang terbakar khususnya di Kab.OKI ini,ini harus ada intervensi dari dunia karena ini bukan saja untuk kepentingan OKI ,bukan untuk kepentinganIndonesia juga ini untuk kepentingan dunia,tentunya kita sangat berharap hutan yang terbakar dapat kembali normal,harapnya.
Salah satu delegasi Bonn Challenge dari Goverment of Norwegia for the Minister of Climate and Envoronment ,Ragnfuld Bikenes mengatakan kami sangat takjub dengan upaya Bupati OKI,Mr Iskandar dan Gubernur Sumsel Mr Alex Noerdin serta stakeholdernya yang bekerja dalam upaya restorasi lahan gambut di Sumsel. Ini luar biasa dan patut menjadi contoh bagi kita semua ” memulihkan lahan rawa gambut itu tidakmudah perlu kesabaran dan ketekunan,ini luar biasa dan kita sangat mendukung kegiatan ini,puji Bikenes.

Laporan : Aliaman
Editor : Imam Ghozali
Posting : Andre