Pemkab Muratara Bangun Pasar Tradisional

0
301

Sumateranews.co.id, MURATARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) segera melakukan revitalisasi pasar tradisional Lawang Agung Kecamatan Muara Rupit. Revitalisasi pasar tersebut agar refresentatif bagi masyarakat dan berstandar nasional.

Bupati Musi Rawas Utara, H Syarif Hidayat mengatakan, Pemkab Muratara segera merevitalisasi pasar tradisional dengan acuan standard pasar rakyat yakni SNI 8125:2015, Pasar Rakyat yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Ada tiga persyaratan pasar rakyat yakni umum, teknis, dan persyaratan pengelolaan. Karena standar umum untuk pasar tradisional dilihat dari beberapa faktor yakni lokasi pasar, kebersihan, dan kesehatan.

“Tujuan dilakukan pembangunan pasar tradisional atau dikenal juga dengan sebutan pasar rakyat. Untuk meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan pasar rakyat. Karena sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” tegas Bupati Muratara, H Syarif Hidayat saat meninjau lokasi pembangunan Pasar Lawang Agung Kecamatan Muara Rupit didampingi Kepala Disperindagkop H Syamsu Anwar, Kepala Dinas PU Bina Marga, Julius Wahyudi, Kasat Pol PP H Haidir Kelingi dan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Muratara, Aan Andrian, Senin (14/8).

Menurutnya, pasar rakyat sebagai lembaga ekonomi memiliki peran yang strategis bagi daerah, karena keberadaan pasar tradisional dapat menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi dan sosial di daerah ini.

Pasar tradisional menghadapi tantangan yang cukup besar, sehingga harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Untuk segera melakukan pembenahan dari aspek sarana, prasarana maupun manajemen pengelolaannya.

“Keamanan dan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi di pasar tradisional tentunya menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Karena dengan keadaan pasar yang kurang nyaman dan kumuh akan menurunkan minat pembeli untuk datang. Kedepannya tidak lagi jualan daging bercampur dengan pedagang lain. Namun terpisah yang jualan daging daging, yang sayuran juga sayuran begitu juga manisan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Musirawas Utara, H Syamsu Anwar mengatakan untuk rencana pembangunan akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang.

Pembangunan ini sendiri akan dilaksanakan bersama Pekerjaan Umum Bina Marga. Tahun 2018 ini dibuat Detail Enggenering Desaign (DED). Karena secara teknis pembangunan ini nantinya tersedia ruang datang, aksebilitas, dan zonasi dan fasilitas umum.

Selain itu, keselamatan dalam bangunan seperti pencahayaan, sirkulasi udara, drainase, ketersediaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah juga harus terjaga.

“Kita bangun sedemikian rupa, sehingga pasar tradisional Lawang Agung lebih optimal. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, setelah semuanya tertata dengan rapi, tentunya pengelolaan pasar harus baik, tupoksi pengelolaan pasar, prosedur kerja pengelolaan pasar, pemberdayaan pedagang dan pembangunan pasar yang tertata rapi dan baik.

“Nah, pembangunan harus baik dan pengelolaan pasar tetap baik. Karena semuanya harus tersusun serta tertata dengan baik,” pungkasnya.

Laporan : Donna April

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article