Pemilihan Anggota BK Ricuh, Anggota Dewan Banting Meja

357

Sumateranews.co.id, BANYUASIN. – Sikap tak pantas kembali diumbar dan dipertontonkan oleh oknum anggota DPRD, yang baru dilantik. Kali ini ditunjukkan oleh para wakil rakyat DPRD kabupaten Banyuasin.

Saat terjadi proses pemilihan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Banyuasin berujung ricuh dan terjadi keributan antar anggota dewan didalam rapat paripurna, Senin sore (14/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keributan dipicu oleh salah satu anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar, yakni Nasir yang merasa dikhianati hingga menyebabkan dirinya tak terpilih menjadi anggota BK DPRD Banyuasin.

Seperti diketahui pemilihan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin yang diikuti oleh enam anggota DPRD Banyuasin.

Selanjutnya untuk memilih anggota dewan kehormatan dilaksanakan dengan sistem voting, sampai diumumkan pimpinan DPRD terpilih lima anggota Badan Kehormatan. Kelimanya, yaitu Endang Sari, Budi Santoso, M Sholih, Sopian Hadi dan Jupriadi.

Sedangkan Nasir dari partai Golkar tidak terpilih sebagai anggota Badan Kehormatan. Diduga kesal, dirinya dipermainkan secara tiba — tiba Nasir memukul meja menggunakan tangannya sebanyak dua kali. Tindakannya itu diduga akibat merasa ada salah satu parpol tidak komitmen memilih dirinya pada pemilihan anggota Badan Kehormatan itu.

Tak sampai disitu, akibat sudah tersulut emosinya Nasir terus berceloteh dan menuding salah satu parpol tidak komitmen sehingga akhirnya, dirinya tak terpilih. Namun tindakan Nasir justru membuat anggota DPRD dari partai PKB, EMI Sumitra, yang berada dekat dengan Nasir menjadi ikut emosi dan sempat terjatuh dari lokasi duduknya. Emosinya pun semakin tidak terkendali dan menyebabkan suasana sidang rapat pemilihan BK berubah ricuh.

“Ngomong PKB dak komitmen…kutunjuke kertas itu malah dio minta foto waktu milih cak suis. Nah aku jawab dak katek. Marah-marah, kusuruh nanyo pimpinan fraksi langsung nepak meja ….panggil ketuo fraksi suruh sini ngadep aku….lah apo urusannyo dgn aku…..wajar dong kalo aku bereaksi,”ujar Emi Sumitra.

Kemudian Nasir dan Emi Sumitra dapat dilerai dan ditenangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuasin lainnya, dan rapat paripurna dapat dilanjutkan kembali. Usai itu kegiatan berlangsung kondusif, hingga selesai.

Ketua Aliansi Masyarakat untuk Institusi (Amunisi) Efriadi Efendi mendukung tindakan yang dilakukan Emi Sumitra, apalagi dalam memperjuangan nasib rakyat.

“Selaku masyarakat akan sangat mendukung penuh,”katanya. Selain itu ia selaku masyarakat menilai DPRD di Banyuasin hanya mementingkan diri sendiri tidak memikirkan rakyat.

”Mungkin hanya ada beberapa orang Dewan yang sanggup mengadu argumen demi kepentingan rakyat, selebihnya datang ke kantor saat Paripurna selebihnya entah kemana,”tegasnya.

Laporan : Herwanto

Editor.   : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here