Pembelian KM Tailana dengan Harga Fantastis, Formas Lhokseumawe Dukung Polda Aceh Usut Tuntas

0
148
Pembelian KM Tailana dengan Harga Fantastis, Formas Lhokseumawe Dukung Polda Aceh Usut Tuntas

ACEH SINGKIL Penyidik Polda Aceh telah memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat Dinas Perhubungan Aceh Singkil. Mereka diperiksa atas kasak-kusuk pembelian Kapal Motor (KM) Tailana pada 2019 lalu senilai Rp 4,5 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Singkil Malim Dewa dikonfirmasi membenarkan telah diperiksa penyidik Polda Aceh. Pemeriksaan telah berlangsung pada Selasa pekan lalu, di mana selain dia, bekas Kadis Perhubungan Edi Hartono, saat ini Kadis Pariwisata Aceh Singkil, juga ikut menjalani pemeriksaan.

“Benar, selasa pekan lalu saya dan Kadis lama berangkat ke sana memenuhi panggilan,” kata Malim Dewa, Selasa (23/2/2021). Dikutif rilis BERITAKINI.CO.

Surya Padli Ketua Forum Mahasiswa Aceh Singkil (Formas) Lhokseumawe mengatakan. “Kami barisan mahasiswa sangat mendukung Polda Aceh untuk mengusut tuntas masalah KM Tailana, karena kapal tersebut terus menjadi Polemik Dan Perbincangan Di kalangan masyarakat dimana dengan harga  yang fantastis dengan 4.5 miliar namun tidak di rasakan manfaatnya.

“Seperti yang kita ketahui KM Tailana seharga 4,5 Miliar, yang di beli oleh Pemkab Aceh Singkil pada tahun 2019 lalu, yang bertujuan untuk memajukan sektor wisata di Kepulauan Banyak dengan transfortasi kapal tersebut. Yang semestinya di beli untuk menyalani pelayaran Singkil -Pulau Banyak, masih menjadi mimpi bagi masyarakat,” kata Surya Padli kepada wartawan, Rabu (24/2/2021) melalui relis persnya.

Surya juga menambahkan, pasalnya sudah hampir 2 tahun KM Tailana setelah di peusejuk oleh Bupati Aceh Singkil Dulmusrid namun sampai saat ini belum beroperasi Sesuai dengan yang di harapkan.

“Tim Pansus DPRK Aceh Singkil pernah mengatakan ada dugaan mark up atas pembelian KM Tailana yang sempat jadi sorotan publik, namun isu yang di lontarkan sampai sekarang tidak jelas bagaimana kelajutanya sehingga terkesan hanya sebatas cari Sensasi,” ujarnya.

“Kita dari mahasiswa juga terus mengawal kasus ini, mengingat begitu penting kapal tersebut, baik daerah kepulauan maupun di daerah daratan lainnya, karena Aceh Singkil butuh transportasi yang bagus untuk menunjang pengunjung pariwisata ke Pulau Banyak, semoga ini bukan lah suatu kegagalan yang akan terus di pelihara. Lain lagi tempat bersandar kapal tersebut belum juga ada sampai saat ini,” tandasnya.

“Menurut kami dari mahasiswa sungguh tidak relevan jika dana yang begitu banyak dikeluarkan tapi barang yang dibeli itu sudah bekas,” ungkap Surya.

“Kami sangat mendukung Polda Aceh untuk mengusut tuntas masalah KM Tailana ini karena kapal tersebut, sangat merasahkan bagi semua kalangan Masyarakat dimana sampai Sekarang terkesan Di anggap tidak berguna,” tegasnya lagi.

Laporan : Rilis/Ramail III Editor : Syarif

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article