Pelantikan Ketua DPD GANN Sumsel, Kubu Dewi Gumay Gelar Aksi Damai

0
588
Teks foto: Suasana aksi damai di depan Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, (22/12/2017). (foto: iwan)

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kisruh isu dualisme kepengurusan DPD GANN Sumsel  makin memanas. Menjelang pelantikan DPD Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Sumsel kepemimpinan Albizia, di Hotel Swarna Dwipa Palembang (22/12/2017), sempat diwarnai aksi unjuk rasa, dari para kubu pendukung GANN kepemimpinan Dewi Gumay.

Hal itu dikatakan Padrianto selaku koordinator aksi pendukung kepemimpinan GANN Dewi Gumay.

Dalam orasinya, Padrianto mengatakan bahwa pihaknya meminta penjelasan kepada Ketua Umum DPP GANN yang telah melakukan tindakan arogan dengan memvakumkan SK yang sah secara sepihak. Karena dalam berorganisasi jelas ada aturan bukan kepentingan pribadi. ”Mana Ketum GANN, jelaskan bagaimana proses pencabutan SK daripada Dewi Gumay, karena ini tidak prosedural dan koridor tantanan organisasi,” teriaknya dalam aksi damai tersebut.

Diakui para pendukungnya, selama memimpin GANN Sumsel, Dewi Gumay telah melakukan dan membuat kegiatan yang menunjang untuk pemberantas Narkoba di Sumsel, serta membesarkan organisasi GANN hingga bisa dikatakan cukup populer di mata stakeholder yang terkait dengan bukti yang jelas.

“Sangat disayangkan, kita ketahui dahulu GANN untuk orang-orang yang tertentu saja, tapi sekarang kita lihat GANN sudah familliar di telinga masyarakat, dan semua banyak yang tahu di bawah pimpinan Dewi Gumai, itu yang kita sayangkan, kok tiba-tiba tanpa pemberitahuan yang resmi Dewi Gumay diganti Albi ini tidak masuk akal,” tuturnya.

Dikatakan Padri, ini pasti ada sesuatu yang membuat Ketum DPP dengan serta merta mengganti Dewi Gumay. ‘’Akan kami usut sampai tuntas, dan jika ada bukti akan kami bawa ke ranah hokum,” tegasnya.

Di sela berlangsungnya aksi damai yang sempat bentrok ini, jelas saja membuat Ketua Umum DPP GANN  Sanghaji Bima keluar dari ballroom hotel, dan langsung menanggapi aksi damai itu.

Dengan mikrofon Sanghaji mengatakan: “Tidak ada dualisme kepengurusan di GANN DPD Sumsel. Ketua DPD Sumsel yang sah itu yakni Albizia. Adapun kenapa SK Ibu Dewi Gumay divakumkan, karena tidak bisa menjalankan tugas organisasi”.

“Tugas ketua DPD itu tak hanya sebatas dengan stateholder, tetapi harus langsung menyentuh ke masyarakat, yakni dalam sosialisasi bahaya Narkoba, GANN ini bukan milik saya, bukan milik Dewi Gumay, dan bukan milik Albizia, tetapi milik rakyat. Dan semata-mata untuk rakyat,” Tegas Sanghaji.

Di lain tempat, saat diwawancarai wartawan Dewi Gumay mengatakan, dirinya tidak pernah merasa menerima putusan pencabutan SK. ‘’Tapi saya mengetahui dari media sosial, apakah ini etis sebuah organisasi hanya melalui media sosial, saya menantang Ketum GANN untuk menyelesaikan masalah ini,” cetus Dewi Gumay dengan nada menantang.

“Akibat pencabutan SK yang tak sesuai prosedur dan itu disebar di media sosial, dirinya merasa tidak senang, maka dalam kasus ini saya telah melaporan Ketum DPP ke pihak kepolisian tentang UU ITE, sedangkan untuk masalah SK pihaknya sudah membuat pengaduan ke PTUN. Sedangkan masalah pelantikan GANN kepemimpinan Albizia, dirinya menganggap itu cuma ceremonial yang tidak berarti apa-apa, karena ini sudah dalam proses hukum dan mempersilakan pihak Albizia senang dulu, namun nanti lihat bagaimana proses hukum akan berjalan,” paparnya.

Menurut informasi bahwa stakeholder di Sumsel maupun di Palembang tidak ada yang hadir, Pemprov, Pemkot, dan BNNP serta BNNK tidak hadir. ‘’Artinya apa, karena mereka sudah tahu siapa yang sebenarnya sah,” tandas Dewi Gumay.

Menanggapi adanya bentrok dengan oknum anggota ormas PP yang telah menghalangi aksi damai simpatisannya, Dewi menilai hal tersebut suatu yang tidak beretika. Menurut dirinya, PP tidak berwenang menghalangi simpatisan GANN Sumsel untuk aksi. “Ini sudah melampaui batas, saya akan laporkan ke Ketua Umum PP Japto Soelistyo Soerjosoemarno dan Ketua PP Sumsel kanda Yansuri,” tandasnya.

Laporan            : Iwan

Editor/Posting   : Imam Ghazali