Pedagang Pasar Daya Murni Tubaba Keluhkan Aksi Premanisme 

42
Sejumlah pedagang Pasar Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belakangan keluhkan adanya aksi premanisme yang diduga melakukan pungli terhadap pedagang dengan dalih untuk retribusi dan sewa kios pasar.

Sumateranews.co.id. TULANG BAWANG BARAT – Sejumlah pedagang Pasar Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belakangan keluhkan adanya aksi premanisme yang diduga melakukan pungli terhadap pedagang dengan dalih untuk retribusi dan sewa kios pasar.

Akibatnya, selain dinilai merugikan para pedagang, kegiatan pungutan liar ini juga dapat merugikan Pemerintah daerah terutama dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan mencapai 600 juta rupiah untuk tiga pasar kelurahan yakni, Pasar Panaragan Jaya, Pasar Mulya Asri, dan Pasar Daya Murni.

“Pungutan ini beragam mulai 72 ribu rupiah per bulan untuk sewa kios kemudian 2.500 per hari untuk salar dan kebersihan, tapi anehnya ada lagi tarikan 100 ribu per bulan yang tidak tahu untuk apa karena tidak ada kejelasan atau kwitansinya, kami bertiga ini ya 300 ribu per bulan, ya preman itulah yang minta,” ungkap pedagang Pasar Daya Murni, yang minta namanya tidak ditulis, saat dijumpai di lokasi pasar, Kamis (9/7/2020).

Dijelaskannya, dana 100 ribu itu bukan dihitung per kios namun dihitung per pedagang. “Jadi kalau dalam satu kios ini ada lebih dari satu orang pedagang maka ketiganya bayar semua, dan itu harus, katanya jika tidak diberikan mereka marah-marah dan dihawatirkan ada tindakan yang dapat merugikan pedagang pasar,” sebutnya.

Tak sampai disitu, di lokasi Pasar Daya Murni juga kerap terjadi jual beli kios dengan harga cukup besar senilai  45 juta rupiah.

“Malah ada juga yang dijual dengan nilai 45 juta, dan ada juga yang sudah memberikan DP puluhan juta rupiah,” ungkap pedagang lain.

Terkait itu, Syahnuri, selaku Pihak Ketiga perpanjangan tangan dari Pemkab Tubaba untuk pengelolaan Pasar Daerah membenarkan adanya tindakan premanisme di lingkungan Pasar Daya Murni yang ditenggarai dipelihara oleh Oknum Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan dan Usaha Mikro Kecil (Koperindag dan UMK) Kabupaten Tubaba.

“Kalau dari kami ya 72 ribu rupiah per bulan dan 1.500 per hari, kemudian seribu per hari untuk petugas kebersihan sesuai dengan peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tubaba, selebihnya itu sudah diluar kewenangan kami sebagai pengurus pasar Daya murni,” tegas Syahnuri.

Ia menuturkan, awalnya di Pasar Daya Murni dirinya memiliki seorang petugas dari awal Januari 2020 setelah dimulainya kerja sama pengelolaan Pasar Daerah kepada pihaknya. Namun ternyata, pihak Dinas Koperindag dan UMK Kabupaten Tubaba menitipkan empat orang pengurus pasar untuk diberdayakan.

“Keempat orang inilah yang disebut para pedagang kalau mereka ini adalah preman. Harapan dari kita semoga pasar Daya Murni ini dapat kondusif dan tidak ada pungutan liar yang menyalahi peraturan daerah dan di luar dari kewenangan pengurus pasar, karena yang sampai ke pengurus pasar dan untuk PAD hanya 72 ribu per kios per bulannya,” tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Koperindag dan UMK Kabupaten Tubaba masih belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan : Dedi III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here