Pasca Erupsi Sinabung, Warga Diminta Tetap Siaga

0
116
Siswa SD Negeri Payung sedang membersihkan halaman sekolah. (foto: sofi)

Sumateranews.co.id, SUMUT- Petugas Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Gunung Api Sinabung mendatangi beberapa desa berdampak material Sinabung seperti batu dan abu vulkanik di Desa Mardinding, Tiga Nderket, Payung, Sigarang-Garang, dan Kuta Rakyat.
Petugas PVMBG Umar Rusadi mengatakan bahwa sampel abu yang dikumpulkan untuk dibawa oleh PVMBG yang berada di Bandung untuk diteliti.

“Kita suah keliling beberapa tempat, mulai dari Simpang Tiga Ndeker sampai Desa Guru Kinayan untuk mengambil sampel hasil letusan gunung api Sinabung yang terjadi pada Senin pagi kemarin. Sampel ini nanti kita uji di laboratorium untuk memastikan material apa saja yang ada dalam kandungan abu tersebut,” jelas Umar.

Sedangkan akibat curah hujan tinggi di daerah sekitar Sinabung menyebabkan banyak material Sinabung tertinggal di aliran Sungai Lau Borus setelah diterjang lahar dingin dari puncak Gunung Sinabung juga 1 unit rumah hanyut terbawa arus lahar.
Relawan yang berjaga di sekitar Lau Borus tetap mengimbau agar warga semakin waspada terhadap lahar susulan. Mengingat hujan masih terus terjadi dan banyak material Sinabung yang masih berada di kaki gunung setelah erupsi.

Relawan lingkar Sinabung Jeremia Bangun yang saat itu sedang melakukan pembersihan daerah laharan mengatakan “Pasca erupsi Gunung Sinabung pada hari Senin dengan tinggi kolom mencapai 5000 meter lalu Selama 2 hari berturut-turut dan hujan mengguyur cukup lebat. Untungnya begitu turun hujan, Desa Sigarang-Garang itu sudah dikosongkan, namun Lahar yang terjadi pukul 24.49 WIB telah menghanyutkan satu unit rumah masyarakat,” katanya.

“Kita tetap mengimbau supaya daerah lahan sungai itu dijauhi dan agar imbauan kita itu benar-benar dipatuhi dan dilaksanakan. Juga relawan BPBD Kabupaten Karo tetap bersiaga bekerja 24 jam untuk mengantisipasi adanya korban,” tutur Jeremia.

Di waktu berbeda saat cuaca cerah, siswa SD Negeri Payung gotong-royong membersihkan halaman sekolah yang tertutupi abu vulkanik tebal, karena jika dibiarkan, abu yang berterbangan oleh angin dalam jangka waktu lama ditakutkan mengakibatkan terganggunya konsentrasi belajar para siswa dan juga meminimalisir penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada siswa.

Laporan : Sofya
Editor/Posting : Imam Ghazali