Pasca Digusur, Pedagang Pasar Pagi Sekayu Tinggalkan Sampah

0
368

Sumateranews.co.id, SEKAYU – Pasca penggusuran pedagang pasar pagi di Jalan Kapten A. Rivai Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, banyak sampah yang ditinggalkan para pedagang. Sehingga smapah-smapah tersebut memenuhi gorong-gorong hingga menutupi saluran air.
Bukan hanya sampah yang berserakan, bau menyengat dari sumber air yang tersumbat di gorong-gorong sepanjang jalan cukup mengganggu masyarakat yang melintas.

Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama instansi terkait beberapa hari lalu melakukan penggusuran dan relokasi para pedagang ke pasar Randik.

Hal itu dikarenakan selama ini para pedagang menggelar dagangannya hingga ke badan jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Sebelumnya, para pedagang pasar pagi Sekayu sudah dipindahkan ke Pasar Randik, namun dikarenakan sepi pembeli mereka akhirnya kembali lagi beraktivitas menggelar dagangannya di Jalan Kapten A. Rivai Sekayu.

Kali ini, pemerintah Kabupaten Muba ingin menata Kota Sekayu yang lebih nyaman dan asri sehinggga pedagang yang berjualan di pinggir jalan dilakukan penertiban dan direlokasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.

Salah satu pedagang pasar pagi Sekayu, Umar (43) saat ditemui Senin (20/08/2018) mengatakan, para pedagang tidak keberatan direlokasi kembali ke Pasar Randik. Asalkan pemerintah berlaku tegas terhadap pedagang nakal yang menggelar dagangannya di Pasar Pagi, sehingga pembeli dengan sendirinya akan mendatangi Pasar Randik.
Selama ini, ujar Umar, beberapa kali penertiban yang dilakukan dan direlokasi masih ada pedagang yang berjualan di Pasar Pagi sehingga Pasar Randik menjadi sepi pengunjung. Akibat tidak tegasnya aparat pemerintah melakukan penertiban mengakibatkan pedagang Pasar Randik memindahkan dagangannya ke Pasar Pagi Sekayu.

‘’Sebagai pedagang, kami minta Pemerintah bertindak tegas terhadap pedagang nakal yang kembali berjualan di Pasar Pagi Sekayu,” pinta Umar.

Sementara itu, Edi Setiawan (35) warga Kota Sekayu berharap instansi terkait secepatnya melakukan rehabilitasi di dinding gorong-gorong yang ambruk dan membersihkan sampah yang berserakan agar air yang tergenang bisa bebas mengalir sehingga bau busuk limbah pasar hilang.

Laporan          : Hasbullah Anwar
Editor/Posting : Imam Ghazali