Pasal Tapal Batas, Yulis Tewas Dibacok

0
219
Teks foto: Petugas dan warga saat menggotong jenazah Yulis dari kebun. (foto: rica)

Sumateranews.co.id, PALI- Warga Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh, lantaran dikejutkan oleh salah satu warganya yang tewas di kebun karet dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya.

Dari informasi yang didapat, korbannya bernama Yulis Hartono (34) yang tinggal di RT 19, RW 4 Talang Ojan. Korban sempat berseteru dengan pelaku berisial KI, warga Sumberjo, Kelurahan Talang Ubi Utara, karena sengketa tapal batas kebun.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman, SH, MH, didampingi Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi, membenarkan telah terjadi tindak pidana pembunuhan di wilayah hukumnya.

“Korban dan tersangka sempat bertemu di kebun lalu terjadi selisih paham, serta mengakibatkan pelaku nekat melakukan penganiayaan terhadap korban hingga korban meninggal dunia,” kata Kapolsek saat mengantarkan jasad korban ke RSUD Talang Ubi, Jumat (29/12).

Setelah kejadian itu, tersangka dengan kesadaran dirinya, menyerahkan diri ke Mapolsek Talang Ubi untuk bertanggung jawab secara hukum. “Saat ini pelaku menyerahkan diri dan akan segera kita bawa ke Mapolres Muara Enim,” jelasnya.

Polisi juga menahan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni  tiga buah senjata tajam, dan satu buah senjata api rakita (senpira) laras pendek.

“Untuk barang bukti belum diketahui milik siapa saja, dan untuk saksi masih kita upayakan, karena kejadiannya berada di kebun karet jauh dari pemukiman,” ungkapnya.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, sedangkan luka yang dialami korban yaitu di pipi bagian kanan hingga kebagian leher. ‘’Sementara untuk ancaman pelaku kita kenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” terangnya.

Sementara keluarga yang datang melihat jasad korban di RSUD terlihat menangis histeris. Korban sendiri meninggalkan istri dan tiga orang anak, bahkan salah satu anak korban belum genap berumur satu tahun.

“Awalnya saya disuruh ibu ke kebun, katanya ada orang bertengkar, karena bapak sedang menanam bibit karet di kebun. Ternyata yang berkelahi adalah bapak saya,” jelas Rio, anak pertama korban saat mendatangi RSUD PALI.

Laporan           : Rica Mariska

Editor/Posting : Imam Ghazali

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article