Para Wali Murid Bakal Polisikan Kepala SMPN 4

0
223

Sumateranews.co.id, INDRALAYA – Para wali murid yang dana PIP nya diduga ”dipotong” oknum Kepala SMPN 4 Rantau Panjang berang dan akan mengambil tindakan hukum. Pasalnya, hingga kini dana tersebut tak kunjung diberikan dan para siswa hanya diminta untuk menandatangani bukti penyerahan saja.

SB salah seorang wali siswa menuturkan, selama anaknya sekolah di SMPN 4 Rantau Panjang hanya sekali mendapatkan uang Program Indonesia Pintar (PIP), itupun hanya Rp 375 ribu setelah dipotong Rp 50 ribu oleh pihak sekolah.

“Anak saya hanya satu kali mendapat bantuan, dan itupun uangnya dipotong dengan alasan untuk ongkos pengambilan uang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, anaknya yang saat ini sudah duduk di bangku SMA, didatangi pihak SMPN 4 yang meminta untuk menandatangani bukti penyerahan.

“Dari daftar yang diberikan oleh pihak sekolah melalui Kepala Desa Ketapang I, anak saya sudah empat kali dapat PIP, padahal hanya menerima satu kali di bulan Agustus lalu, itupun hanya Rp 375 ribu,” jelasnya, Senin (6/11).

Terkait hal itu, para wali murid ke 14 orang yang dana PIP nya diduga ditilap ini sepakat untuk melaporkan oknum kepala sekolah kepada pihak yang berwajib.

Sementara itu Kepala Desa Ketapang I, Yuliadi saat ditemui di kediamannya mengaku sekitar bulan Agustus, ia akan didemo oleh para wali murid karena tidak memberikan uang PIP tersebut.

”Dalam daftar yang saya terima hanya untuk 30 orang siswa yang mendapat bantuan PIP,” jelasnya.

Dia mengaku tidak tahu kalau ternyata yang mendapat bantuan  PIP tersebut sebanyak 44 orang siswa.

”Barangkali yang 30 orang siswa tersebut dapat bantuan tahun 2017 sedangkan yang 14 orang siswa lagi itu dapat bantuan pada tahun 2016, soalnya di tahun 2016 uang PIP tersebut tidak ada, itu yang menjadi pertanyaan orang tua siswa kemarin,” jelasnya.

Belum diketahui bagaimana tanggapan Kepala SMPN 4 atas masalah ini.

Laporan             : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting    : Imam Ghazali