Panwaslih Karo Gelar Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA di Pilkada 2018

0
123

Sumateranews.co.id, SUMUT- Panwaslih Karo menggelar Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA di pilkada 2018.
“Demi menciptakan komitmen yang menjadi kunci untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA,” kata Ketua Panwaslih Karo, Eva Juliani SH, di Open stage Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (14/2).

Melalui surat dari Bawaslu pusat yang dibacakan olekh Eva menyatakan “Politik uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Menurutnya, semua elemen bangsa terutama yang terlibat dalam kepemiluan harus menyatakan perlawanan pada politik uang. Oleh karena itu, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

“Sedangkan, politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia,” ujarnya.

Bawaslu memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk memastikan integritas Pilkada 2018. Untuk itu, Bawaslu mengajak semua komponen bangsa khususnya bagi pemangku kepentingan kepemiluan di Tanah Air untuk bersama-sama mewujudkan pemilu yang bersih berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

“Melalui deklarasi ini kita hendak menyampaikan pesan kepada semua pihak bahwa penyelenggara Pemilu Partai Politik, Kementerian Lembaga dan seluruh rakyat Indonesia secara sungguh-sungguh sepakat dan berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi yang bersih,” tandasnya.
Ketua KPU Karo Benyamin Pinem terkait semakin semarak politik uang, dan politisasi SARA menurutnya hal itu dapat menceraiberaikan kesatuan bangsa. “Mari kita bergotong-royong mengawal pilkada agar berkualitas dan jika ada pelanggaran silakan laporkan ke Panwaslu,” kata Benyamin.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang diwakili Kesbang Linmas Politik Tetap Ginting melalui surat mengimbau agar tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai sarana untuk meraih simpati pemilih karena dapat mencederai integritas dan kedaulatan rakyat. “Mari kita mengawal pilkada dengan tidak melanggar peraturan dan mekanisme yang ada,” cetusnya.

Di akhir acara ditutup dengan melepas burung merpati, melepas balon dan penandatanganan kesepakatan tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA untuk pilkada 2018 yang berintegritas.

Acara deklarasi ini dihadiri oleh Abraham Tarigan, S.Sos Komisioner Panwaslih, perwakilan partai politik yang ada di Tanah Karo, Partai Berkarya, Hanura, PKB, Garuda, dan PKS, mewakili DPRD Jhon Karya Sukatendel, Kapolsekta Berastagi Kompol Aron Siahan, Danramil Mayor Muhtar, Tokoh mayarakat dan Panwascam 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Karo.

Laporan : Sofya
Editor/Posting : Imam Ghazali