PANGLIMA TNI : TNI HARUS MENYATU DENGAN MASYARAKAT

0
184

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Untuk menjaga tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Prajurit TNI harus taat kepada hukum, disiplin, profesionalisme dan menempatkan kepentingan rakyat diatas kepentingan manapun. TNI bukan suatu kasta yang berada di atas masyarakat, tetapi harus menyatu dengan masyarakat.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam arahannya di hadapan 4.152 Prajurit TNI dari tiga matra, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang berada  di wilayah Palembang, Selasa (17/10/2017) bertempat di Pangkalan Udara Lanud Palembang, Sumatera Selatan.

Ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa, kemanunggalan dan kebersamaan TNI berjuang bersama rakyat merupakan sejarah yang tidak boleh dilupakan. “Oleh sebab itu, Prajurit TNI harus menjaga kepercayaan rakyat dan jangan menyakiti hati rakyat, karena rakyat adalah ibu kandung TNI”, tegasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa institusi TNI sekarang memiliki predikat institusi paling terpercaya nomor satu di mata masyarakat Indonesia, sehingga akan banyak yang mencoba untuk mengadu domba TNI dengan masyarakat ataupun dengan institusi lain melalui pembentukan opini yang menyudutkan. Untuk itu, TNI dan Polri harus solid karena, soliditas TNI-Polri merupakan tiang penyangga Negara dalam menjaga tegak kokohnya NKRI,”  ujarnya.

Terkait dengan acara puncak peringatan HUT Ke-72 TNI tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa tema yang diusung “Bersama Rakyat TNI Kuat”, mengandung makna bahwa inti kekuatan TNI ada di rakyat. Rakyatlah yang memerdekakan Indonesia bukan TNI. “Kita patut bersyukur, rangkaian kegiatan pada upacara peringatan HUT Ke-72 TNI berjalan dengan lancar, aman, dan sukses berkat doa para prajurit dan keluarga,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan HUT Ke-72 TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa TNI melakukan kegiatan ziarah ke makam-makam mantan Presiden RI dan Panglima Besar Jenderal Sudirman, termasuk juga ziarah dan merenovasi makam prajurit TNI di Baucau serta TNI juga melakukan renovasi rumah-rumah para Veteran. “Ini artinya bahwa TNI tidak pernah melupakan jasa prajuritnya di manapun berada dan dimakamkan,” tuturnya.

Pada bagian lain ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada Pilkada di beberapa daerah, tidak ada anggota TNI yang ikut berpolitik praktis atau terlibat untuk mendukung salah satu calon (partai) tertentu karena TNI maupun Polri adalah institusi negara.

Menurut Panglima TNI, politik TNI adalah politik Negara, dimana segala sesuatu yang dilakukan TNI adalah demi tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Semua yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) hanya untuk keutuhan NKRI. Untuk itu, TNI harus Netral,” pungkas Panglima TNI.

Di akhir arahannya, Panglima TNI mengungkapkan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas dedikasi para prajurit dan keluarga yang telah dilakukan selama ini, sehingga TNI bisa seperti sekarang ini. “BERSAMA RAKYAT TNI KUAT”, Bravo TNI….!!!

Sumber             : Pendam II

Editor/Posting    : Imam Ghazali