Panen Gabah Kering Serentak Dilakukan di Lahat

0
246

Sumateranews.co.id, LAHAT- Panen Gabah Kering (GKP) serentak  dilakukan di wilayah Kabupaten Lahat. Panen dilaksanakan di beberapa tempat antara lain, Desa Tanjung Alam Kecamatan Kikim Selatan seluas 100 ha (Varietas ciherang; Provitas 8,6 t/ha GKP),  Desa Karang Agung Kecamatan Tanjung Sakti Pumu seluas 25 ha (Varietas Ciherang; Provitas 7,9 ton/ha GKP), dan Desa Air Dingin Lama Kecamatan Tanjung Tebat seluas 23 ha (Varietas mekongga; Provitas 8,2 ton/ha GKP).

Panen serentak ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Ir H Agustia Budiman MM, Kabid Tanaman Pangan A Firdaus SP MMA, dan Kasi Serealia, petugas dinas pertanian kecamatan (KCD) , BP3K,  penyuluh pertanian lapangan, tim Upsus Pajale BPTP Sumsel, petugas POPT, Babinsa, dan anggota kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Lahat, Ir H Agustia Budiman MM didampinggi Kabid Tanaman Pangan, A Firdaus SP MMA menjelaskan bahwa tahun 2018, kegiatan panen di Provinsi Sumsel khususnya di Kabupaten Lahat terus berlanjut.

Setelah sebelumnya di bulan Desember 2017 melakukan safari panen seluas 7.951 ha di beberapa lokasi kecamatan antara lain Desa Tanjung Payang, Nantal yang merupakan Kecamatan Lahat Selatan, lalu Desa Pagar Jati, Banu Ayu, Benuaraja Kecamatan Kikim Selatan. Untuk Kecamatan Tanjung Tebat safari panen dipusatkan di Desa Penandingan.

Begitu pula untuk Kecamatan Pseksu dilaksanakan di Desa Tanjung Agung. Serta beberapa desa lainnya yang ada di berbagai kecamatan di Kabupaten Lahat seperti Desa Tanjung Raya,  Batu Runcing,  Desa Tanjung Alam, dan Desa Karang Agung yang merupakan Kecamatan Tanjung Sakti Pumu. Lalu untuk Kecamatan Tanjung Sakti Pumi meliputi Desa Gunung Kembang, Desa Sindang Panjang,  Desa Sukaraja, Desa Tanjung Agung dan terakhir kemarin di Desa Gunung Liwat Kecamatan Suka Merindu dengan provitas yangg tinggi 9,6 ton/gkp.

Panen yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2017 diperkirakan akan terus berlangsung hingga April 2018.  Panen yang terus berlanjut untuk menjamin stok pangan terutama pada musim paceklik yang biasanya berlangsung pada bulan Januari hingga Februari.

“Pencapaian produktivitas di Kabupaten Lahat hingga saat ini selain  merupakan capaian petani sebagai pelaku utama juga tidak terlepas dari kerjasama berbagai pihak terutama bantuan pemerintah dalam hal bantuan sarana dan prasarana, dukungan teknologi budidaya, dan alsintan,” jelas Agustia Budiman, Kamis (4/1).

Pemda Lahat dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Lahat terus berupaya dan berusaha memberikan bimbingan dan pengawalan serta usaha perbaikan dalam bentuk teknologi.

Pertanian spesifik lokasi  antara lain penggunaan varietas unggul adaptif, teknologi pemupukan spesifik lokasi, teknis pengendalian organisme pengganggu tanaman padi, penggunaan alat mesin pertanian, dan penanganan pasca panen, sehingga hasil panen lebih tinggi dan bermutu.

Laporan            : Novita

Editor/Posting : Imam Ghazali