Pagelaran Rock In Mob CAMP Prabumulih Sempat Diwarnai Kericuhan

0
215
Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, saat menasehati tujuh pemuda yang terlibat perkelahian antar sesamanya, pada saat menonton pesta rock in mob yang digelar CAMP Prabumulih, di pelataran Taman Kota Prabujaya Prabumulih, Minggu (21/01) siang.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Pesta Rock In Mob, yang digelar oleh Community All Musician Prabumulih (CAMP) di pelataran Taman Kota Prabujaya, Minggu (21/01) siang, sempat diwarnai kericuhan. Kericuhan yang terjadi pada pengujung acara ini dipicu aksi perkelahian antar sesama penonton, yang diduga mabuk setelah menenggak minuman keras (miras).

Beruntung keributan tidak meluas, dan berhasil dihentikan oleh petugas dari Tantura Sat Sabhara Polres Prabumulih yang diturunkan untuk mengamankan acara kegiatan music yang terbesar dan pertamakali di Sumsel tersebut. Selanjutnya guna menghindari hal tidak diinginkan kembali terjadi, oleh petugas ketujuh pemuda yang terlibat perkelahian dan diduga mabuk ini langsung diamankan.

Ketujuh pemuda ini diantaranya, Ari Ramadani (20) dan Indra (16) warga Gunung Ibul, Dimas Setiaji (18) warga Wonosari, Rahmat (16) warga Karang Raja I, Wahyu (17) warga Dusun Prabumulih (Duspra), Sandi (20) dan Angga (19) warga sekitar SMP Muhammadiyah. Usai digeledah dan diberikan pengarahan oleh Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH MM selanjutnya ketujuh pemuda itu dilepaskan.

“Diakhir acara, ketujuh pemuda itu diduga mabuk dan terlibat perkelahian antar sesamanya. Untungnya petugas dari Tantura Sat Sabhara langsung bergerak cepat untuk memisahkan dan mengamankannya,” jelas Wakapolsek Prabumulih Timur, Iptu Aris Munandar ketika dibincangi awak media usai kejadian.

Dikatakan Aris, sebelum disuruh pulang, pihaknya sempat menggeledah dan membuka baju ketujuh pemuda tersebut. Tindakan itu dilakukan, dikhawatirkan ketujuhnya membawa sajam dan barang lainnya yang bisa membahayakan petugas dan penonton sekitarnya.

“Setelah kita geledah, kita berikan pembinaan dan penyuluhan. Karena tidak ditemukan tindak pidana. Kita lepas dan kita ingatkan untuk tidak berupa serupa,” imbuhnya.

Ketua Penyelenggara Prabumulih Rockin Mob, Joko Arif menyesalkan, diakhir acara yang digelar CAMP tersebut berujung keributan yang dilakukan oleh tujuh pemuda tersebut. Padahal acara yang diadakannya bersifat positif dan mendorong kreatifitas para pemusic di Bumi Seinggok Sepembuyian.

“Semoga ke depannya, hal ini tidak terjadi lagi. Padahal niat kita sudah baik dan terpaksa dicederai oleh prilaku tujuh pemuda yang berupaya merusak acara yang awalnya sukses tersebut,” akunya.

Terakhir, Arif mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur yang telah bergerak cepat dan mengamankan tujuh pemuda tersebut, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Kita bersyukur acara sudah selesai, dan polisi bergerak cepat mengamankan ketujuh pemuda yang mabok ciu hendak mengacaukan acara kita,” tandasnya.caption id=”attachment_11153″ align=”alignnone” width=”300″] Tampak Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, yang hadir dan memeriahkan acara pesta Rock In Mob yang diselenggarakan CAMP Prabumulih, di pelataran Taman kota Prabujaya Prabumulih, Minggu (21/01) siang.[/caption]

Sementara pantauan sumateranews.co.id, tampak dalam acara yang diikuti sebanyak 160 musisi mulai dari gitaris, bassis, drummer hingga vocalis ini dihadiri oleh Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM. Ridho berharap acara tersebut dapat menjadi wadah bagi para seniman musik untuk menggali dan mengasah kemampuannya dalam bermusik.

“Kalau bisa digelar lagi acara serupa di acara tahunan seperti acara tahun baru. Tentunya akan lebih semarak lagi dan bisa menghibur masyarakat,” pintanya.

Selanjutnya, selain menyanyikan bersama-sama dua lagu nasionalis, yakni lagu Bendera yang dipopulerkan oleh Band Coklat dan satu lagu dari Band Metal SID berjudul Kami Bersama. Para musisi dari aliran rock, dan jaz ini juga membawakan satu buah lagu daerah Kota Prabumulih dengan judul Kute Tercinte yang telah diaransemen ulang.

Laporan : Taufik Hidayat
Editor : Donny