Oknum Sipir Rutan Kelas II B Menggala Diduga Terlibat Narkoba, Puluhan WBP Dipindahkan ke Lapas Way Kanan dan Gunung Sugih

TULANG BAWANG – Oknum sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Menggala diduga jual narkoba jenis sabu kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal itu diketahui, setelah beberapa sumber membeberkan peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut.

Menurut sumber itu menceritakan, bahwa mendadak ada puluhan warga binaan dipindahkan ke Lapas Way Kanan dan Lapas Gunung Sugih, akibat diduga kedapatan menkonsumsi narkoba jenis sabu.

“Awal mula bisa ketahuan karena ada razia dari petugas rutan, ternyata beberapa warga binaan kedapatan positif hasil urinenya saat dites, setelah pengembangan lebih jauh ternyata beberapa oknum warga binaan itu memberikan keterangan melalui berita acara pemeriksaan, bahwa narkoba jenis sabu tersebut mereka dapati dari salah satu oknum sipir di sini berinisial H,” terang sumber ini.

Di tempat terpisah, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) kelas II B Menggala, Junanda Wiguna membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, saat ini puluhan WBP yang bermasalah telah diover ke Lapas Way Kanan dan Lapas Gunung Sugih setelah menjalani pemeriksaan secara tuntas.

“Awalnya kami melakukan razia secara random terhadap warga binaan, dan ditemukan beberapa WBP positif narkoba menurut hasil tes urine. dan saat ini sudah ada 20 orang yang kita over dan tinggal 4 orang karena masih dalam proses banding, ternyata setelah ditelusuri memang benar mereka memberi keterangan jika dapat barang itu dari oknum pegawai di sini,” terang Juna, ketika diwawancarai Senin (21/11) kemarin.

Terkait oknum pegawai ini, Juna mengatakan, saat ini masih menjalani pemeriksaan secara internal. Tindakan itu dilakukan menyusul telah dikeluarkannya sprint pemeriksaan dan dibentuknya tim khusus guna pemeriksaan lebih jauh.

“Atas rekomendasi pimpinan, sanksi yang diberikan terhadap oknum H, yaitu pemindahan bagian tugas, yang mana sebelumnya oknum ini bertugas di regu pengamanan, dan saat ini telah kita pindahkan di bagian administrasi kepegawaian,” ucap Juna.

Disinggung terkait pemeriksaan tidak melibatkan aparat kepolisian, Juna beralasan jika saat ini, pihaknya berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan secara internal guna memberi efek jera kepada pelaku.

“Baru kita tindak secara internal, sebab di situ tidak ada barang bukti, maka tidak sampai ke pihak kepolisian,” tutupnya.

Sementara, hingga berita ini dirilis, yang bersangkutan (oknum Pegawai Negeri Sipil rutan kelas II B Menggala berinisial H) belum bisa dikonfirmasi, lantaran belum memiliki akses untuk wawancara.

Padahal sebelumnya, pihak KPR sudah diminta memfasilitasi untuk dilakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan, namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti dari KPR. (Hry)

Editor: Donni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *