Oknum Kepala SMPN 1 Gunung Agung Tubaba Mangkir dari Panggilan Tipikor Polres Tubaba

67
Kantor Polres Tulang Bawang Barat, Lampung.

TULANG BAWANG BARAT – Oknum Kepala SMPN 1 Gunung Agung, DS diketahui mangkir dari panggilan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Tulangbawang Barat (Tubaba) terkait dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) Pembangunan Pagar Sekolahan dan pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolahnya.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman membenarkan jika kasus itu sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Tubaba. “Ke Kasat Reskrim aja infonya ya,” balas Kapolres singkat, ketika dikonfirmasi lewat pesan via WhatsApp, Senin (14/9/2020).

Dihubungi terpisah, Ipda Amir Hamzah, Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tubaba juga membenarkan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada DS, Kepala SMPN 1 Gunung Agung. Namun sayangnya, menurut Amir, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan tersebut.

Amir berujar bahwa pihaknya masih menunggu sikap persuasif dari DS untuk memberikan keterangan ke penyidik Tipikor Polres Tubaba. “Beliau (DS) sudah dipanggil. Belum datang, mungkin dalam Minggu ini,” tukasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pungli dan jual buku LKS tingkat SD maupun SMP di Kabupaten Tubaba sedianya menjadi tamparan keras bagi Dinas Pendidikan Tubaba, terutama Kepala Dinas Budiman Jaya yang seringkali bersosialisasi jika di bawah kepemimpinannya dipastikan sudah tidak ada lagi tindakan pungli.

Namun, pernyataan Budiman Jaya rupanya berbanding terbalik dengan kenyataan di SMPN 1 Gunung Agung yang mana sekolahan ini dari tahun ke tahun mewajibkan wali murid membayar Rp200 ribu untuk pembangunan pagar sekolahan dengan dalih kegiatan Komite sekolah. Ditambah lagi sejumlah buku LKS per siswa dengan nilai puluhan ribu rupiah per eksemplar.

Laporan : Dedi III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here