OCA Akui Kekurangan Asian Games di Palembang

0
728

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Walaupun pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang tinggal menghitung jam, namun masih banyak kekurangan yang harus segera dibenahi agar gelaran event terbesar kedua di dunia itu berjalan dengan lancar.
Kekurangan tersebut bukan hanya terjadi di kalangan atlet dan official negara peserta, tetapi juga dialami para media yang akan melakukan tugas jurnalistiknya.

Aspek transportasi dan ketersediaan jaringan internet cepat menjadi persoalan serius yang dialami para jurnalis yang bertugas di Palembang.

Media Committee Olympic Council of Asia (OCA) Tony Mariadass mengakui jika memang masih ditemukan sejumlah kekurangan, bahkan dirinya sempat merasa sedikit kecewa terkait fasilitas wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC).

“Kekurangan adalah hal biasa yang terjadi dalam sebuah event besar. Satu hal yang membuat saya sedikit kecewa adalah wisma atlet. Biasanya ada internasional zone, namun saat melakukan inspeksi memang ada satu ruangan, namun internasional zone itu tidak boleh digabung dengan zona tinggal atlet,” ungkapnya saat konferensi pers di Sriwijaya Promotion Center (SPC), Jumat (17/8).

Menurutnya, jalur media dan tamu harus terpisah dan tidak boleh sejalur dengan atlet. Jalur media dan tamu setidaknya radius satu kilometer dari perkampungan atlet.

“Kami sudah memutuskan bahwa media tidak boleh mengunjungi zona tinggal atlet karena tidak adanya zona khusus. Kami sudah menanyakan kepada manager wisma atlet, namun jawabannya bahwa semua sudah ada dalam rencana. Tetapi saya tidak tahu kenapa itu (rencana) belum terlaksana,” ujarnya.

Ditembahkan, media boleh masuk ke area wisma atlet asalkan berkoordinasi dengan NOC negara masing-masing. “Kalian akan diberi akses untuk bertemu dengan atlet, namun hanya boleh dengan atlet negara yang bersangkutan,” lanjutnya.

Masih kata Tony, soal transportasi khususnya media memang diakui ada masalah. Dirinya juga sudah berbicara dengan pihak yang terkait, dan sudah menyiapkan segala hal yang diperlukan.

Memang masih ada kekurangan terkait jumlah dan interval waktu shuttle bus untuk media. Selain itu pihaknya juga sudah menyiapkan 2 sampai tiga mobil van (minibus) bagi media yang membutuhkan akses ke JSC.

“Saya tahu jika aspek transportasi selalu menjadi masalah. Makanya, saya menyampaikan kepada pihak terkait bahwa hal itu sangat penting bagi media, dan kami akan menyediakan bus khusus untuk media saja,” katanya.

Terkait masalah jaringan internet, Plt Kepala Dinas Kominfo, Dr Inanda Karina Astari Fatma menjelaskan jika ada banyak akses point yang telah disediakan. Khusus di MPC saja, disiapkan kurang lebih 50 akses point.

“Harapan kami dengan jumlah akses point yang kecepatannya bervariasi itu, sudah bisa mengakomodir kebutuhan akses internet media,” harapnya.

Masih kata Inanda, soal sulitnya atau jaringan internet yang lemah, diakibatkan karena management building MPC masih dalam proses persiapan.

“Memang banyak sekali permasalahan internet. Tetapi itu mungkin akibat kurangnya komunikasi antara pihak penyedia internet dan listrik, karena ada yang memasang internet itu di satuan daya yang mungkin tidak diperuntukkan sebagai sumber tenaga listrik internet,” jelasnya dan menambahkan jika pihaknya tetap membutuhkan informasi dari para media jika masih ada kendala soal jaringan internet.

Sementara, General Manager (GM) Telkom Sumatera Selatan (Sumsel), Hari Purwanto menambahkan jika sebelumnya pihak penyedia layanan internet (Telkom), masih dalam masa optimasi.

“Optimasi itu adalah setting beberapa lokasi karena interverensi sinyal, dan juga memaksimalkan bandwidth yang kami berikan. Jadi, secara bandwidth, kami mencoba memaksimalkan apa yang ada di sini,” paparnya seraya menambahkan jika ada persoalan internet yang dihadapi, silakan laporkan pada petugas kami sehingga dapat dibantu secara maksimal.

Upaya pencegahan lainnya, lanjut Hari, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Kominfo agar akses poin lain seperti tettering dan lainnya disetop agar tidak mengganggu sinyal wifi yang disiapkan.

“Kebijakan itu juga diterapkan di Jakarta. Harapannya, apa yang dilakukan bisa maksimal dan media bisa menggunakan wifi yang ada di SPC,” ungkapnya.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali